Kaum Muslimin, Jauhilah Gosip

jauhilah gosip

Kaum Muslimin, Jauhilah Gosip – Gosip atau desas-desus merupakan selenting berita yang tersebar luas dan sekaligus menjadi rahasia umum di publik tetapi kebenarannya diragukan dan merupakan berita yang lebih mengarah pada informasi negatif. Gosip telah mejadi bagian yang sulit dilepaskan dalam kehidupan bersosialisasi dengan orang lain dan bermasyarakat.

Dalam setiap perbicangan antara dua orang maupun dalam jumlah yang lebih banyak, kita bisa perhatikan arah pembicaraan terkadang berisi perbincangan mengenai orang lain. Awalnya mungkin mereka bermaksud baik, membuka pembicaraan dengan menanyakan kabar si fulan dan fulan, temannya yang sedang tidak bersamanya.

Kemudian menanyakan bagaimana pekerjaannya, rumah tangganya, kemudian datanglah setan membisiki diantara mereka, menggiring mereka untuk membicaraka perihal yang lebih jauh, lebih dalam dan bersifat sensitif, seputar isu-isu yang terjadi pada temannya. Inilah gosip, seperti sebuah pepatah semakin gosok semakin sip.

Siapa orang yang ingin diceritakan segala hal mengenai isi kehidupannya, terlebih mengenai hal-hal yang bersifat sensitif dan rahasia, kepada orang lain? Pasti semua orang tidak meginginkannya, meskipun ia seorang public figure, yang sebagian sisi kehidupannya di ekspos melalui media-media, mereka pasti ingin ada bagian dari hidupnya yang tidak diketahui dan diceritakan orang lain.

Dalam syariat Islam, gosip ini disebut dengan istilah Ghibah atau menggunjing. Rasulullah ﷺ pernah menjalaskan apa itu ghibah, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :

“’Tahukah kalian apa itu ghibah?’ mereka menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.’ Nabi bersabda, ‘Kamu menyebut saudaramu dengan sesuatu yang tak disukainya.’ Rasulullah ditanya, ‘Bagaimana bila apa yang aku ucapkan memang ada pada saudaraku?’ Nabi menjawab, ‘Bila memang ada padanya, berarti kamu telah mengghibahnya, dan bila tidak ada padanya, berarti kamu telah memfitnahnya’.” (HR. Muslim)

Baca Juga : Hindari Gosip Di Bulan Puasa

Membicarakan sesuatu yang benar pada orang lain dianggap sebagai ghibah, sementara bila anda berdusta, membicarakan yang tidak ada pada orang tersebut maka anda telah membuat fitnah. Kedua-duanya tidaklah dibenarkan menurut syariat islam, bahkan syariat Islam telah mengharamkannya, melalui Firman Allah subhanahu wa ta’ala, yang artinya :

Dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat : 12)

Allah menyamakan seseorang yang menggunjing atau membicarakan orang lain dengan memakan daging bangkai saudaranya, sungguh perkara yang amat buruk. Siapa yang mau memakan daging bangkai seseorang? Tentu tidak seorangpun mau melakukannya. Oleh sebab itu umat muslim harus lebih serius memperhatikan perkara ini, jangan menganggap remeh hanya karena merasa hal tersebut sudah dianggap biasa oleh masyarakat kita. Ketahuilah bahwa setiap umat muslim wajib menjaga lisannya dari semua ucapan, kecuali ucapan yang terlihat jelas manfaatnya. Karena perkara-perkara seperti gosip ini, walaupun awalnya dia dihukumi mubah (dibolehkan), namun bisa menyeret seseorang pada yang haram.

Maka sungguh, jadilah umat muslim yang baik, yang orang lain merasa aman dan selamat dari lisan kita, sebagaimana sabda baginda Nabi ﷺ, :

“Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, siapakah kaum muslimin yang paling utama?’ Nabi menjawab, ‘Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya’.” (HR. Bukhari, Muslim).

Referensi : Riyadhus Shalihin, Imam An Nawawi (Darul Haq : 2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *