meninggalkan puasa
PUASA

Jika Lupa Hitungan Hari Meninggalkan Puasa, Bagaimana Mengqadhanya?

Bismillah. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita, Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, beserta keluarga dan para sahabatnya.

meninggalkan puasa

Kami menghimbau kepada seluruh kaum muslimin yang memiliki kewajiban membayar hutang puasa, agar berusaha menjaganya, mengingat-ingat, memberikan perhatian, dan bila perlu mencatatnya. Agar kita tidak dianggap telah melakukan tindakan menyia-nyiakan kewajiban agama, kurang peduli dengan aturan syariat, atau berpaling dari perintah Allah, Sang Maha Pencipta.

Syariat islam telah dibuat mudah oleh Allah untuk umat ini. Dimana Allah  membolehkan, bagi orang yang tidak mampu menjalankan puasa, baik karena sakit yang ada harapan sembuh atau safar atau sebab lainnya, untuk tidak berpuasa, dan diganti dengan qadha di luar ramadhan. Allah berfirman,

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“Barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 184)

Namun hal yang sangat disayangkan adalah meskipun syariat ini telah dimudahkan, tetapi ada sebagian kaum muslimin yang meremehkannya. Seperti perbuatan melupakan, atau memang terlupa, jumlah hitungan puasa yang terlewatkan, sesungghnya perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang tercela. Mengingat hal semacam ini termasuk bentuk kesalahan, maka kewajiban mereka yang melalaikan perintah agama, kurang peduli terhadap utang puasanya adalah agar segera bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. Memohon agar amal yang dilakukan, diterima oleh Allah.

Bagaimana Cara Mengqadhanya?

Bagi orang yang lupa dalam setiap ibadah yang dikerjakannya, maka dia diperintahkan untuk mengambil yang lebih meyakinkan. Kaidah dasar mengenai hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, terkait dengan orang yang lupa bilangan rakaat ketika shalat,

إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ فَلْيُلْقِ الشَّكَّ، وَلْيَبْنِ عَلَى الْيَقِينِ

“Apabila kalian ragu dalam shalat, hendaknya dia buang keraguannya dan dia ambil yang lebih meyakinkan….” (HR. Abu Daud 1024 dan dishahihkan Al-Albani).

Kemudian, beliau mengarahkan, agar orang yang shalat, mengambil bilangan yang lebih sedikit, karena itu yang lebih meyakinkan. Demikian halnya dengan orang yang lupa berapa jumlah hari yang menjadi tanggungan puasanya. Misalnya, 12 hari ataukah 10 hari. Maka yang harus dia pilih adalah yang lebih meyakinkan yaitu 12 hari.

Dia memilih yang lebih berat, karena semakin menenangkan dan melepaskan beban kewajibannya. Karena jika dia memilih 10 hari, ada 2 hari yang akan membuat dia ragu. Jangan-jangan yang 2 hari ini juga tanggungan dia untuk berpuasa. Berbeda ketika dia memilih 12 hari. Dan sekalipun kelebihan, puasa yang dia lakukan tidak sia-sia, dan insyaa Allah dia tetap  mendapat pahala.

Imam Ibnu Qudamah mengatakan,“Apabila tanggungan puasa sangat banyak, dia harus terus-menerus melakukan qadha.. jika dia tidak tahu berapa jumlah hari yang menjadi kewajiban puasanya, maka dia harus mengulang-ulang qadha puasa, sampai dia yakin telah menggugurkan seluruh tanggungannya.”

Kemudian Ibnu Qudamah menyebutkan riwayat keterangan dari Imam Ahmad, tentang orang yang menyia-nyiakan shalatnya, “Dia ulangi sampai tidak ragu lagi bahwa dia telah melakukan apa yang telah dia lalaikan. Dia hanya melakukan yang wajib saja, dan tidak melakukan shalat rawatib maupun shalat sunah.” (Al-Mughni, 1/439)

Maka berdasarkan keterangan di atas, orang yang lupa sama sekali jumlah hari puasa yang menjadi tanggungannya, dia bisa memperkirakan berapa jumlah utangnya, kemudian segera membayar puasa sebanyak yang dia prediksikan, sampai dia yakin telah melunasi utang puasanya.

Wallahu a’lam bishawab.

Referensi :

  • Ustadz Ammi Nur Baits, Konsultasi Syariah
Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *