Kapankah Waktu Pelaksanaan Wukuf di Arafah
DASAR ISLAM, HAJI

Kapankah Waktu Pelaksanaan Wukuf di Arafah?

Alomuslim.com – Seperti yang sudah umum diketahui oleh umat muslim, bahwa pelaksanaan Wukuf di Arafah bertepatan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Namun, yang perlu diketahui oleh umat Islam atau orang yang sedang berhaji adalah kapankah tepatnya waktu pelaksanaan Wukuf dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah itu. Pagi hari, siang atau setelah malam hari.

Para ulama membagi waktu pelaksanaan wukuf menjadi tiga waktu, yakni :

  • Waktu Wukuf di Arafah dimulai setelah tergelincirnya matahari (waktu Zhuhur) pada hari Arafah, menurut mayoritas ulama. Hal ini seperti yang dilakukan Rasulullah shallallahu alaihi was sallam. Beliau tidak melakukan wukuf di Arafah kecuali setelah tergelincirnya matahari.

    Dalilnya adalah hadits Urwah bin Mudharris, bahwa Nabi shallalahu alaihi was sallam bersabda :

    “Barangsiapa yang menyaksikan shalat kami ini (shalat Shubuh), dan melakukan wukuf bersama kami hingga kami bertolak, dan dia telah wukuf sebelum itu pada malam atau siang hari, maka hajinya sempurna dan boleh bertahallul.” (shahih. HR. Abu Dawud no. 1950, At-Tirmidzi no. 891, An-Nasa’i 5/263, Ibnu Majah no. 3016)

    Perkataan beliau “atau siang hari” adalah mutlak. Kemudian ketentuan tersebut dibatasi dengan perbuatan Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, sehingga yang dimaksud adalah setelah tergelincirnya matahari. Hal ini merupakan sikap lebih hati-hati.

  • Barangsiapa memulai wukuf pada siang hari, maka dia harus melanjutkan hingga setelah matahari terbenam. Apabila dia pergi (meninggalkan Arafah) sebelum Maghrib, haji orang tersebut tetap sah tetapi dia diharuskan membayar dam untuk melengkapi kekurangan dari sebagian malam hingga siang pada wukuf, ini merupakan pendapat imam Abu Hanifah, imam Asy-Syafi’i dan imam Ahmad.

    Dalam satu riwayat dari imam Syafi’i disebutkan bahwa orang tersebut tidak diwajibkan membayar dam. Dan pendapat ini lebih kuat dengan mewajibkan wukuf harus meliputi bagian malam dan siang.

  • Hendaknya melakukan wukuf pada sebagian malam sebelum terbit fajar, sekalipun hanya beberapa saat, dan ini adalah kadar yang dapat dikatakan sah. Dengan demikian, apabila terbit fajar dan dia belum melakukan wukuf, maka hajinya tidak sah.

Wallahu Ta’ala a’lam. 

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 2, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *