Inilah Ayat Al Qur’an Yang Membuat Kaum Quraisy Bersujud

Kaum Quraisy Bersujud

Alomuslim.com – Pada suatu malam di bulan Ramadhan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pergi ke Masjidil Haram. Disana sedang banyak berkumpul kaum Quraisy, yang terdiri dari para pemuka dan tokoh-tokoh mereka. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kemudian berdiri di tengah-tengah mereka dan mendadak membaca surat An-Najm.

Orang-orang Quraisy yang sebelumnya tidak pernah mendengar bacaan Al Qur’an secara langsung, maka manakala dibacakan kepada mereka Al Qur’an yang demikian indah dan menawan, mereka segera mengesampingkan apa yang pernah mereka lakukan kepada kaum muslimin. Setiap orang berkonsentrasi untuk mendengarkan bacaan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, sehingga tidak ada yang terlintas di hatinya selain bacaan itu.

Lalu sampailah beliau pada akhir surat An-Najm, dan membaca firman-Nya :

فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا

“Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah Dia.” (QS. An-Najm : 62)

Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersujud. Melihat pemandangan itu, tidak seorangpun dari mereka yang dapat menahan dirinya untuk tidak sujud, sehingga merekapun bersujud bersama beliau. Kisah ini diriwayatkan secara ringkas oleh Imam Bukhari dari Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas radhiallahu anhumma, 1/146, 534.

Orang-orang Quraisy menjadi linglung dan tidak tahu harus berbuat apa, manakala keagungan Al Qur’an telah memelintir keyakinan yang selama ini mereka pegang untuk selalu berusaha menghapus dan melenyapkan keagungan Kalamullah. Kejadian tersebut mendapatkan kecaman dari orang-orang Quraisy yang tidak sempat hadir ketika itu.

Dan untuk menutupi kejadian tersebut, yang mereka anggap sebagai aib bagi kaum Quraisy, kemudian mereka membuat memberita dusta dan membalikkan fakta yang sebenarnya. Mereka menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah mengungkapkan kata-kata penghormatan terhadap berhala-berhala, yaitu dengan berkata, “Itulah al-Gharaniq yang mulia, yang syafa’atnya selalu diharap-harapkan.” Naudzubillah tsumma naudzubillah.

Referensi : Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul Yang Agung, Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Darul Haq : 2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *