keingkaran tsalabah
KISAH SAHABAT

Keingkaran Tsa’labah Bin Hatib Al Anshari

Keingkaran Tsa’labah Bin Hatib Al Anshari – Salah satu sahabat Rasulullah Tsa’labah bin Hatib Al anshari adalah seorang yang sangat rajin beribadah dan mengikuti semua petunjuk Rasulullah, ia pun tak pernah absen sholat berjamaah dengan Rasulullah.

Namun Tsa’labah hidup sangat miskin satu satunya harta berharga yang ia miliki hanya lah seekor kambing betina.

Suatu ketika selesai sholat berjamaah bersama Rasul, Tsa’labah langsung berdiri bersiap untuk pulang, meski rasulullah menyarankan untuk berzikir dahulu namun ia tetap bergegas pulang, hal ini menjadi tanda tanya bagi Rasul dan para sahabat lainnya.

Kejadian tersebut berulang keesokan harinya dan terus berulang setiap hari sehingga Rasulullah merasa perlu menanyakan perihal tersebut. Rasulullah bertanya pada Tsa’labah perihal dirinya yang selalu meninggalkan zikir dan bergegas pulang, Tsa’labah pun menjelaskan bahwa ia hanya memiliki sebuah kain untuk dipakai sholat sehingga ia harus bergantian dengan istrinya.

Lalu Tsa’labah pun memohon pada Rasulullah untuk di doakan agar Allah SWT melimpahkan rizki untuk dirinya dan keluarganya, Rasulullah meminta Tsa’labah untuk mensyukuri nikmat yang ia dapat saat ini. Merasa tidak puas keesokan harinya Tsa’labah pun memohon lagi pada Rasulullah untuk didoakan bahkan ia berjanji jika ia menjadi kaya ia akan bersedekah dan akan selalu bersyukur pada Allah SWT.

Akhirnya Rasulullah pun mendoakan Tsa’labah agar ia dilimpahkan rizki, Allah SWT mengabulkan doa Rasul Nya.

Kambing betina yang dimiliki Tsa’labah seketika saja berkembang biak sangat banyak dan memenuhi kota madinah, sehingga Tsa’labah harus pindah dari kota agar dapat memeihara hewan ternaknya dengan lebih baik. Meski pun sudah pindah namun Tsa’labah berusaha untuk selalu shalat Zuhur dan Ashar berjamaah di masjid Nabawi.

Tsa’labah menjadi sangat kaya dan semakin sibuk, sehingga ia semakin jarang shalat berjamaah di masjid kecuali shalat jumat, hingga akhirnya ia pun meninggalkan shalat jumat dan tidak pernah terlihat lagi dimasjid untuk berjamaah.

Tak lama kemudian turun wahyu kepada Rasulullah tentang kewajiban berzakat, dan Rasul pun mengutus sahabatnya untuk meminta zakat pada Tsa’labah dan menitipkan surat tentang kewajiban berzakat, namun ketika sahabat datang ke rumah Tsa’labah ia menolak perintah Allah dan tak mau mengeluarkan zakat dari hartanya.

Rasulullah mendengar penjelasan sahabat yang diutus dengan wajah sedih Rasulullah berkata “Sungguh Celakalah Tsa’labah”  karena kejadian tersebut Allah menurunkan ayat yang isinya menyindir Tsa’labah yaitu surat At-taubah ayat 75-76

Tsa’labah pun mendengar tentang ayat tersebut dan menjadi ketakutan, ia membawa hartanya untuk berzakat namun Rasulullah menolak zakat Tsa’labah, Ia menyesali perbuatannya.

Ketika Rasulullah wafat, Tsa’labah mendatangi Abu Bakar As Shiddiq namun sama seperti Rasulullah Abu bakar pun menolak zakat Tsa’labah. ia terus berusaha memberikan zakatnya pada khalifah pengganti rasul sampai pada masa khalifah Ustman bin Affan, mereka tetap menolak zakat Tsa’labah.

Tsa’labah tidak berhenti menyesali keingkarannya sampai akhir hayatnya.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *