Dibalik Kekalahan Pasukan Muslim di Perang Uhud dan Kisah Duel Rasulullah dengan Ubay bi Khalaf – Alomuslim

Dibalik Kekalahan Pasukan Muslim di Perang Uhud dan Kisah Duel Rasulullah dengan Ubay bi Khalaf

kekalahan pasukan muslim di perang uhud

Dibalik Kekalahan Pasukan Muslim di Perang Uhud dan Kisah Duel Rasulullah dengan Ubay bi Khalaf – Pada masa perjuangannya menegakkan agama Allah, terhitung telah 27 medan peperangan yang dilalui oleh junjungan kita Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW.

Dari ke 27 peperangan tersebut, setidaknya hanya 9 yang samapi terjadi pertumpahan darah diantara para mujahid dan orang-orang fasik yang menentang islam. Selebihnya musuh mengaku kalah dan menyerah dengan jalan damai.

Medan Laga Rasulullah SAW

Diketahui dari sebuah buku yang berjudul ‘Perang Muhammad : Kisah Perjuangan dan Pertempuran Rasulullah‘, 3 hal yang mendasari dan menjadi alasan mengapa Rasulullah harus memilih jalan perang. Alasan pertama adalah untuk membela diri atau mempertahankan keselamatan ketika musuh datang untuk menyerang. Alasan pertama inilah yang menjadi alasan Rasulullah maju ke medan laga dalam perang Uhud, perang Badar, dan perang Khandaq.

Alasan kedua Rasulullah berperang adalah karena untuk memberikan hukuman kepada mereka yang mengingkari perjanjian damai yang sebelumnya pernah disepakati. Alasan kedua inilah yang menjadi faktor terjadi perang Qhuraizhah, perang Khaibar, dll.

[su_quote]Baca Juga : Asma Bin Abu Bakar AS Shiddiq “Sang Putri Pemberani”[/su_quote]

Alasan ketiga adalah untuk antisipasi, yakni menyerang sebelum terlebih dahulu diserang. Alasan ketiga ini biasanya dipilih untuk memberikan perlindungan kepada kaum muslimin ketika ada yang mnegancam keselamatannya, seperti halnya yang terjadi saat perang Tabuk.

Pecahnya perang Tabuk adalah di saat Rasulullah SAW mendengar kabar bahwa Raja Romawi telah bersiap melakukan penyerangan kepada kaum muslimin dari Madinah. Mereka para tentara Romawi akan datang menyerang melalui jalur Syam. Mendengar berita tersebut, Rasulullah dengan cepat mengutus para Sahabat untuk segera menyiapkan pasukan dan berangkat menyerang pasukan Romawi sebelum mereka sampai di Madinah. Perang tersebut terjadi pada bulan Rajab tanggal 9 tahun 9 hijriyah.

Kisah Tak Terlupakan di Perang Uhud

Dari ke sembilan peperangan yang pecah menjadi pertempuran, ada 7 pertempuran yang Rasulullah terjun langsung ke medan laga. Ketujuh pertempuran tersebut diantaranya adalah perang Badar, perang Uhud, Muraisi’, KHandaq, perang Quraizhah, perang Khaibar, Fathu Makkah atau perang menaklukkan kota Mekah, perang Hunaun dan perang Thaif. Perjuangan membela dan menegakkan agama Allah para tentara muslimin pimpinan Rasulullah kala itu berhasil memenangkan semua medan pertempuran, kecuali saat perang Uhud.

Kekalahan Pasukan Muslim di Perang Uhud

Perang Uhud adalah satu-satunya perang yang sangat disesali oleh Rasulullah. Bukan karena kegagalannya dalam memenangkan pertempuran atau karena banyaknya korban para pasukan yang telah syahid. Tapi karena alasan kenapa samapi kekalah itu bisa terjadi.

Sebenarnya dalam perang Uhud kaum muslimin sudah hampir berhasil mengalahkan musuh-musuhnya, yakni kaum Quraisy yang menentang islam. Kemenangan yang tidak jadi itu dikarenakan kecerobohan pasukan khusus kaum muslimin, yakni para pemanah yang melupakan pesan dari Rasulullah SAW. Ketika mereka melihat banyak musuh yang sudah mati dan sebagian besar melarikan diri, para pasukan pemanah ini tiba-tiba meninggalkan posisinya, dari pos masing-masing lalu menyebar untuk mengumpulkan harta rampasan atau ghanimah.

Sebelumnya Nabi Muhammad SAW telah mengutus kepada para pasukan pemanah tersebut untuk memposisikan diri diatas perbukitan. Tempat ini dipilih sebagai pos pemanah karena letaknya yang strategis, dimana mereka bisa leluasa menghujani panah pasukan musuh yang berada di posisi lebih rendah. Dengan begitu Rasulullah berpesan agar mereka tetap ditempat apapun kondisi yang terjadi.

Benar saja, ketika pasukan Quraisy mendekat pasukan panah serentak melepas anak panah secara bertubi-tubi. Pasukan Quraisy yang tak siap atas serangan serangan tersebut berhasil dipukul mundur, sebagian tergelatak tak bernyawa, sebagiannya lagi lari tunggang langgang meninggalkan kuda dan barang bawaan mereka.

Melihat harta bawaan para pasukan Quraisy yang ditinggalkan di medan laga, para pasukan pemanah ini pun tergiur untuk mengambil dan mengumpulkan harta-harta yang tak bertuan tersebut. Lupalah mereka akan pesan Rasulullah dan 40 dari mereka berhamburan turun mengambil harta rampasan yang sejak tadi seperti melambai-lambaikan tangan pada mereka.

Melihat keadaan tersebut, Khalid bin Walid yang pada saat itu belum bertobat dan belum masuk islam tak menyia-nyiakan kesempatan. Ia serentak memerintahkan para pasukan pemanah Quraisy untuk naik keatas bukit dan melakukan serangan balik ke pasukan muslim. Pasukan muslim pun kalang kabut mendapat serangan yang tiba-tiba tersebut. Disinilah kerugian besar terjadi. 70 pasukan muslim gugur akbat serangan musuh, sedangkan di pihak Quraisy hanya 20 pasukan yang gugur. Rasulullah sendiri tak luput dari serangan, bahkan beliau samapi terjatuh dari kuda yang ditunggangi. Wajah bagian pipi beliau terlukan dan satu gigi Rasulullah tanggal. Untung saja para sahabat cekatan membantu Rasulullah untuk kembali menaiki kudanya.

Duel Satu Lawan Satu Rasulullah dan Ubay bin Khalaf

Satu lagi kisah menarik saat pecah perang Uhud. Kisah dimana Rasulullah berhadapan satu lawan satu dalam duel maut melawan salah satu pembesar kaum Quraisy, yakni Ubay bin Khalaf.

Ubay bin Khalaf sendiri adalah bagian dari sebuah komunitas kaum Quraisy yang disebut Syu’bah al Syak. Kelompok ini dikenal sebagai kelompok pembersar kaum Quraisy yang sangat menaruh dendam dan penuh perasaan benci pada Rasulullah SAW. Ia satu kelompok dengan Abu jahal, Ummayah bin Khalaf, serta Syaibah bin Rabi’ah yang kesemuanya tewas di medan laga saat pecahnya perang Uhud.

Kala itu, Ubay bin Khalaf yang melihat sosok Rasulullah SAW, segera memacu kudanya mendekati posisi Rasulullah yang berperang diatas kudanya. Ubay bin Khalaf sangat berapi-api dan bersemangat untuk membunuh Rasulullah. Para sahabat yang berada di dekat Rasulullah pun melihat upaya Ubay bin Khalaf yang secepat kilat mendekati beliau. Para sahabat pun dengan sigap membuat perlindungan untuk Rasulullah SAW dan menghalau serangan dari Ubay bin Kahlaf. Tapi, Rasulullah justru malah mencegah tindakan para sahabat tersebut.

Beliau berniat akan menghadapi musuhnya tersebut dengan tanganya sendiri. beliau Rasulullah mengangkat tombaknya dari atas kuda, penuh kecermatan tombak tersebut diarahkan ke tubuh Ubay bin Khalaf. Lalu, beberapa saat kemudian, dengan sekuat tenaga Rasulullah melepas tombaknya yang langsung saja mengenai rusuk Ubay bin Khalaf. Seketika itu sang penentang Muhammad SAW itu jatuh tersungkur dari kudanya.

Ubay bin Khalaf sendiri masih hidup sampai perang Uhud selesai. Para pasukan Quraisy lantas membantunya berdiri dan mengangkatnya dengan tandu. Tapi di perjalanan pulang ke Mekah, Ubay bin Khalaf yang ditandu oleh para pasukan Quraisy itu tewas bersimbah darah akibat tajamnya mata tombak milik Rasulullah SAW.

Hikmah dari Kisah Ubay bin Khalaf dan Kekalahan Kaum Muslimin

Ubay bin Khalaf, seorang petarung tangguh yang selalu memenangkan pertempuran itupun pulang ke Mekah dengan kondisi mengenaskan dan tak bernyawa. Sehebat apapun dia, tak akan pernah mampu menentang kehendak Allah SWT beserta Rasulnya. Terbukti ia mati di tangan Rasulullah denagn tombak yang menancap ditubuhya. Ini menggambarkan tentang betapa kedzaliman tak akan pernah bisa menang melawan hukum Allah SWT.

Dan dari kisah kekalahan para pasukan muslim di perang Uhud, setidaknya kita bisa mengambil hikmah bahwa keteguhan jiwa adalah yang paling utama dalam beribadah dan menegakkan agama Allah SWT. Apapun yang terjadi jagalah hati kita dari sifat yang serakah agar kita termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Anfal, ayat 24, yang artinya : ”Hai orang-orang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (QS 8: 45).

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *