Kelompok pertama yang memisahkan diri dari umat islam
SEJARAH DAN TOKOH ISLAM, SERBA-SERBI

Kelompok Pertama Yang Memisahkan Diri Dari Umat Islam

Alomuslim.com – Kelompok yang paling pertama keluar dari barisan kaum muslimin adalah Khawarij. Kemunculan mereka telah dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dihadapan para sahabatnya. Berawal ketika Rasulullah sedang membagikan harta rampasan perang kepada para sahabat, kemudian datanglah seseorang dari bani Tamim bernama Dzul Huwaisirah kepada Rasulullah.

Kemudian dia mengatakan sesuatu yang tidak pantas kepada Rasulullah, dengan berkata, ‘Wahai Rasulullah, berlaku adillah (dalam pembagian ini).’ Maka Rasulullah-pun menjawab, ‘Celakalah engkau siapa lagi orang yang adil jika aku tidak berbuat adil? Dan tentunya engkaupun akan mendapat celaka dan rugi jika aku tidak berbuat adil.’ 

Kemudian Rasulullah menyebutkan bahwa suatu hari orang itu (Dzul Huwaisirah),  akan lahir darinya keturunan dan juga para pendukung, yakni orang-orang yang memiliki amal ibadah, shalat dan puasa melebihi para sahabat, mereka membaca Al Qura’an tetapi hanya sebatas kerongkongan saja. Karena sebenarnya mereka adalah orang-orang yang bodoh dalam agama. Dari keturunan dan pendukung orang itulah yang kemudian dikenal dengan sebutan Khawarij.

[irp posts=”1876″ name=”Jihad Dan ISIS (The Islamic State of Iraq and Sham)”]

Kelompok Khawarij adalah orang-orang yang pertama kali keluar dari barisan kaum Muslimin. Mereka memberontak pada masa Khalifah Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu. Bahkan mereka melakukan pengepungan kediaman Khalifah hampir selama 40 hari, dan kemudian membunuhnya.

Kelompok ini berhasil membuat kekacauan di kota Madinah, mereka memboikot selama beberapa hari dan menuntut untuk segera dipilih Khalifah pengganti Utsman bin Affan. Bahkan para sahabat saat itu harus shalat di belakang imam dari tokoh pemberontakkan.

Akhirnya para sahabat memutuskan untuk mengangkat Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu sebagai pengganti. Para pemberontak kemudian masuk kembali ke barisan kaum muslimin di bawah pimpinan Khalifah Ali. Pusat pemerintahan kaum muslimin kemudian berpindah ke Kufah (Irak), untuk mengamankan kota Madinah dari kekacauan.

Pada masa pemerintahan Khalifah Ali, umat Islam benar-benar tenggelam dalam gelombang fitnah sehingga terjadi peperangan diantara sesama mereka. Perang pertama yang terjadi dikenal dengan perang Jamal, yang terjadi antara pasukan Khalifah Ali dengan orang-orang yang bersama ‘Aisyah dan juga Thalhah bin Ubaidillah serta Zubair bin Awwam radhiallahu anhumma.

Kemudian perang berikutnya terjadi lagi, yang dikenal dengan perang Shiffin yakni pertempuran sesama kaum muslimin di pihak Khalifah Ali dengan Muawiyah bin Abi Shafiyan radhiallahu anhumma. Kedua perang ini telah menewaskan puluhan ribu kaum muslimin, diantaranya dua sahabat mulia yang telah dijamin masuk surga yaitu, Thalhah bin Ubaidillah dan Zubair bin Awwam.

Munculnya Kelompok Khawarij

Setelah selesai perang Shiffin, kelompok Khawarij memisahkan diri dari barisan kaum muslimin di bawah pimpinan Khalifah Ali. Mereka menolak resolusi tahkim (arbitrasi) yang ditawarkan oleh Muawiyah dan diterima oleh Khalifah Ali. Tahkim ini dilakukan dengan masing-masing kubu mengirim perwakilan untuk berunding.

Kelompok Khawarij menganggap Khalifah Ali dan Muawiyah telah kafir, karena mereka berhukum tidak dengan menggunakan hukum Allah dalam menyelesaikan peperangan itu, tetapi malah menyerahkannya kepada manusia untuk saling berunding. Mereka juga menganggap Khalifah Ali telah melepaskan “baju” (kekhalifahan) yang telah dipakaikan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadanya, karena mau menerima tawaran berunding dengan Muawiyah. Sementara Muawiyah di kafirkan karena menentang dan tidak mau berbaiat kepada khalifah yang sah.

[irp posts=”2984″ name=”Awal Mula Perpecahan Umat Islam”]

Sebanyak 8.000 pasukan keluar dari barisan Khalifah Ali. Kebanyakan dari kelompok Khawarij ini adalah orang-orang Arab pedalaman yang miskin dengan ilmu bahkan tidak ada seorangpun diantara sahabat yang ikut bersama kelompok ini. Awalnya Khalifah membiarkan kelompok ini dan berfokus untuk menyelesaikan pertempuran dengan pasukan Muawiyah dan juga mengembalikan kedamaian diantara kaum muslimin.

Tetapi kelompok Kawarij terus berbuat keonaran dengan banyak melakukan pembunuhan terhadap kaum muslimin dan juga para sahabat. Mereka menganggap semua orang itu kafir dan darahnya halal untuk ditumpahkan, selama mendukung Ali dan juga memaafkan Muawiyah. Akhirnya Khalifah tidak bisa mendiamkan perbuatan mereka. Khalifah mendebat pendapat kelompok ini dan berhasil mengembalikan beberapa orang untuk bertaubat.

Bagi mereka yang tetap dalam pendiriannya, kemudian diperangi oleh Khalifah. Pasukan Khalifah telah bersiap di wilayah bernama Nahrawan. Tetapi sebelum itu, Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu memohon ijin kepada Khalifah untuk mendebat mereka sekali lagi. Ibnu Abbas berangkat seorang diri, menemui kelompok ini.

Setelah berdebat, akhirnya sekitar 2.000 orang bertaubat dan kembali ke barisan kaum muslimin. Dan orang-orang yang tersisa diperangi oleh pasukan Khalifah. Namun ada sebagian mereka yang selamat dan dibiarkan hidup, tetapi dari sisa-sisa orang yang bertahan hidup inilah di kemudian hari kembali membangkitkan ideologi kelompok Khawarij.

Itulah kelompok Khawarij, yang pertama keluar dari barisan kaum muslimin. Insyaa Allah, apabila diberikan ilmu dan kesempatan akan kami sampaikan mengenai sifat-sifat dari kelompok Khawarij ini.

Referensi :

  • Ensiklopedi Akhir Zaman, Muhammad Ahmad Al-Mubayyadh (Granada Mediatama : 2016)
  • Dari berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *