10 Hal Berkenaan Dengan Kematian Seseorang

kematian seseorang

10 Hal Berkenaan Dengan Kematian Seseorang – Setiap manusia akan senantiasa mendapati kematian, baik yang akan mendatangi dirinya, maupun yang terjadi kepada orang-orang disekelilingnya. Oleh karenanya setiap muslim harus memahami perihal dalam pengurusan jenazah.

Beberapa hal yang perlu di ketahui terkait mengurus jenazah, diantaranya :

1.Mengumumkan Kematiannya

Dianjurkan mengumumkan kematian seorang muslimin kepada kerabatnya, sahabat-sahabatnya dan orang-orang shalih dari penduduk negerinya agar mereka menghadiri jenazahnya.

Baca Juga : Perbanyaklah Mengingat Kematian

Rasulullah  pernah mengumumkan kematian raja Najasyi kepada orang-orang ketika ia meninggal dunia, sebagaimana beliau juga mengabarkan kematian Zaid, Ja’far dan Abdullah bin Rawahah saat mereka gugur sebagai syuhada di medan perang. Tetapi pengumuman atas kematian seseorang dilarang dilakukan di jalan-jalan, dan di depan pintu masjid-masjid dengan suara keras dan teriakan.

2. Mendoakan Mayit

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah  :

“Jika kamu menghadiri orang sakit atau orang yang meninggal dunia, maka katakanlah perkataan yang baik, karena para malaikat akan mengamini apa yang kamu katakan.” (HR. Muslim no. 919)

3. Mengucapkan Kalimat Istirja’

Keluarga mayit diwajibkan bersabar pada saat mendapati anggota keluarganya meninggal, hendaklah mereka mengucapkan kalimat istirja’ (kalimat ; inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un), berdasarkan sabda Rasulullah  :

“Tidaklah seseorang ditimpa musibah, kemudian ia mengucapkan ‘Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un. Allahumma’ jurnii fii mushibatii wa akhliflii khairan minhaa’ (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dalam menghadapi musibahku ini dan berilah aku pengganti dengan yang lebih baik dari musibah itu), melainkan Allah Ta’ala akan memberinya pahala dalam menghadapi musibahnya dan akan memberinya pengganti dengan yang lebih baik dari musibahnya itu.” (HR. Muslim no. 918)

4. Melunasi Hutang Mayit

Dianjurkan supaya menyegerakan melunasi hutang mayit, jika ia memiliki hutang. Karena Rasulullah ﷺ menahan diri dari menshalati mayit yang memiliki hutang hingga hutangnya dilunasi terlebih dahulu. Dan karenanya jiwa seseorang tergantung tidak dapat memasuki surga karena hutang-hutangnya, sebagaimana sabda Rasulullah :

“Jiwa seorang mukmin itu tergantung (dari memasuki surga) dengan utangnya hingga dilunasinya.” (HR. At-Tirmidzi no 1078, Ibnu Majah no. 2413)

5. Menyegerakan Mengurus Jenazah

Hadits dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasulullah  bersabda :

“Bersegeralah dalam mengurus jenazah, karena jika ia orang yang shalih, maka kalian telah mempercepatnya memperoleh kebaikan ; dan jika salain itu, maka kalian juga telah segera melepas keburukan dari pundak-pundak kalian.” (HR. Bukhari no. 1315, Muslim no. 944)

6. Memandikan Mayit

kematian seseorang memandikan mayit

Jika seorang muslim meninggal, baik orang dewasa maupun anak kecil, baik jasadnya utuh atau hanya sebagian saja, hendaknya ia dimandikan. Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu :

“Bahwasanya Nabi bersabda tentang lelaki yang jatuh tersungkur dari hewan tunggangannya hingga meninggal, ‘Mandikanlah dia dengan air dan daun bidara, serta kafanilah dia dengan dua helai kain’.” (HR. Bukhari, Muslim)

7. Mengkafani Mayit

Jika seorang muslim meninggal, baik orang dewasa maupun anak kecil, baik jasadnya utuh atau hanya sebagian saja, hendaknya ia dimandikan. Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu :

“Bahwasanya Nabi bersabda tentang lelaki yang jatuh tersungkur dari hewan tunggangannya hingga meninggal, ‘Mandikanlah dia dengan air dan daun bidara, serta kafanilah dia dengan dua helai kain’.” (HR. Bukhari, Muslim)

8. Menshalati Jenazah

kematian seseorang menshalati jenazah

Menshalati jenazah seorang muslim hukumnya fardhu kifayah, demikian juga dengan memandikan, mengkafani serta menguburkannya. Sehingga jika sebagian kaum muslimin telah menunaikannya, maka kewajiban itu dianggap gugur dari kaum muslimin yang lainnya. Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu, aku mendengar Rasulullah  bersabda :

“Tidak ada seorang muslim yang meninggal, kemudian empat puluh orang yang tidak menyekutukan sesuatu dengan Allah menshalati jenazahnya, kecuali Allah menerima syafa’at mereka untuknya.” (HR. Muslim 2/655)

9. Mengantarkan Jenazah

Membawa jenazah dan mengantarkannya merupakan hak si mayit atas kaum muslimin. Hal ini berdasarkan pada hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu, bahwa Nabi  bersabda :

“Hak seorang muslim terhadap muslim lainnya ada lima ; menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantar jenazah, memenuhi undangan dan menjawab bersin.” (HR. Bukhari no. 1240, Muslim no. 2162)

10. Menguburkan Mayit

kematian seseorang menguburkan mayit

Yang dimaksud dengan menguburkan mayit adalah menguruk tubuh mayit secara merata dengan tanah dan hukumnya ialah fardhu kifayah, berdasarkan firman Allah Azza Wa Jalla :

 ثُمَّ أَمَاتَهُۥ فَأَقۡبَرَهُۥ ٢١

“Kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya kedalam kubur.” (QS. Abasa : 21)

Tidak diperbolehkan mengubur seorang muslim dengan orang kafir dalam satu komplek pemakaman, kuburkanlah orang muslim dikuburan khusus orang muslim, sedangkan orang kafir bersama orang-orang musyrik.

Wallahu Ta’ala ‘Alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *