Kenapa Doa Tak Kunjung Dikabulkan ?

kenapa doa tak kunjung dikabulkan

Kenapa Doa Tak Kunjung Dikabulkan ? – Ketika sebuah musibah menimpa, kita mungkin sering mendengar nasihat dari orang-orang, berdoalah meminta dimudahkan kepada Yang Maha Kuasa, Allah ﷻ. Bahkan seringkali dalam banyak hal, kita senantiasa diingatkan untuk berdoa, misalkan ketika  kita hendak memulai usaha, mengerjakan ujian, mencari pekerjaan ataupun ketika memilih pasangan hidup.

Benarlah nasihat-nasihat yang sering kita dengar tersebut, karena doa merupakan ibadah yang diperitahkan oleh Allah ﷻ, seperti yang dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ, :

“Doa adalah ibadah, Rabb kalian berfirman, : ‘Berdoalah kamu kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.’(QS. Al Mu’min : 60).” (HR. Abu Dawud no. 1479, at Tirmidzi no. 3247 dan Ibnu Majah no. 3828)

Namun, seringkali kita menyaksikan sebagian umat muslim, merasa putus asa dengan doa yang mereka panjatkan. Mereka menilai bahwa doa yang telah dipanjatkan tidak dikabulkan oleh Allah ﷻ. Ketika doa tak kunjung dikabulkan, sebagai seorang muslim sudah sepatutnya untuk melakukan introspeksi diri atas apa yang sudah dilakukan.

Baca Juga : Inilah Keistimewaan Doa

Tidak lantas membuat penilaian, bahwa Allah tidak mengabulkan doa-doanya. Apakah mungkin, bagi Allah ﷻ Yang Maha Pemurah, tidak mengabulkan doa hamba-Nya?

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda :

“Doa seorang hamba senantiasa dikabulkan selama dia tidak berdoa untuk melakukan dosa atau dimaksudkan untuk memutuskan hubungan silaturahim, dan selama orang itu tidak isti’jal (meminta dengan tergesa-gesa).” Lantas salah seorang yang hadir ketika itu bertanya : ‘Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan isti’jal?’ Beliau menjawab : “Jika seorang berkata : ‘Aku sudah berdoa, memohon kepada-Nya, dan Allah belum juga mengabulkan doaku.’ Lantas dia bosan atau berputus asa, hingga meninggalkan doa tersebut.” (HR. Muslim no. 2735)

Dalam salah satu riwayat lainnya, Rasulullah ﷺ bersabda :

“Berdoalah kalian kepada Allah dengan keyakinan akan terkabul, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hari yang lalai dan lengah.” (HR. At Tirmidzi no. 3479 dan Al Hakim I/493)

Sesungguhnya berdoa merupakan salah satu ibadah yang mulai, sebagai seorang hamba sudah selayaknya untuk selalu meminta kepada Yang Maha Memiliki. Tetapi apabila doanya belum terkabulkan, ia harus bersabar dan ridha karena pasti Allah menyimpan kebaikan atas doanya. Rasulullah ﷺ bersabda, :

“Tidaklah seorang muslim berdoa kepada Allah dengan suatu doa yang di dalamnya tidak mengandung dosa dan pemutusan silaturahim, melainkan Allah akan memberi baginya salah satu dari tiga kemungkinan. Yaitu doa itu segera dikabulkan, atau Dia menyimpan untuknya di akhirat, atau Dia menghindarkan darinya keburukan yang semisalnya.” Maka para sahabat menyahut, ; ‘Jika demikian, kita memperbanyak (doa/meminta kepada Allah).’ Beliau lantas bersabda : “Allah lebih banyak (memberikan pahal).” (HR. Ahmad III/18, Bukhari No. 710, Al Hakim I/493)

Sebagai seorang muslim, kita wajib percaya kepada kekuasaan Allah ﷻ, bahwa semua ketentuan yang telah ditetapkan atas diri kita adalah adil dan penuh dengan hikmah. Sungguh, tidak ada seorangpun yang bisa memaksa Allah, karena Dia bertindak atau berbuat menurut yang dikehendaki-Nya. Yakinlah, bahwa Allah memiliki hikmah agung.

Terkadang seorang hamba ketika mengharapkan sesuatu yang diinginkannya, ia tidak mengetahui apakah urusan yang diinginkannya itu baik atau malah buruk bagi dirinya, dan terkadang malah ia tidak menyukai sesuatu yang diberikan Allah atas dirinya, padahal justru itulah yang terbaik untuknya.

Referensi : Doa & Wirid, Yazid bin Abdul Qadir Jawas (Pustaka Imam Asy Syafi’i : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *