Kesalahan Dalam Ucapan Amin Ketika Shalat

Alomuslim.com – Setelah membaca surat Al Fatihah ketika shalat, baik orang tersebut sebagai Imam, Makmum maupun yang shalat sendirian, disyariatkan untuk mengucapkan أٰمِيْنَ (Aamiin). Ucapan ‘Amin’ ini bermakna kabulkanlah, dimana ucapan ini merupakan sebuah permohonan sekaligus sebab terkabulnya doa yang ada dalam surat Al Fatihah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Ucapkanlah ‘Aamiin’, niscaya Allah akan mengabulkan permohonanmu.” (HR. Muslim)

Cara mengucapkan ‘Amin’ yang benar adalah kata ‘A’ dibaca panjang 2 harokat, sementara kata ‘min’ dibaca panjang sekitar 4-6 harokat. Kenapa hal ini sangat penting? Karena apabila seseorang melakukan kesalahan dalam mengucapkan kata ‘Amin’, maka hal tersebut akan merubah maknanya. Adapun beberapa keasalahan dalam ucapan ‘Amin’, yakni :

  • Huruf ‘Mim’ dalam kata ‘Aamiin’ dibaca tasydid (penekanan dalam huruf konsonan), sehingga kata ‘Aamiin’ menjadi diucapkan آمِّيْنَ
    (Aaammmiiin), dimana seseorang ikut memanjangkan ucapan huruf ‘Mim’, sehingga sama panjang dengan ucapan ‘Aa’ dan juga ‘Miin’. Maka dengan ucapan seperti ini maknanya menjadi orang-orang yang bermaksud (bertujuan).

  • Ucapan ‘Miin’ diucapkan pendek dengan satu harokat, sementara ‘Aa’ diucapkan dengan panjang. Sehingga ucapannya menjadi ‘Aaaamin’. Makna dari ucapan أٰمِنْ(Aaaamin) seperti ini adalah berilah jaminan keselamatan.

  • Ucapan ‘Aa’ diucapkan dengan pendek satu harokat, sementara ‘Miin’ diucapkan dengan Panjang. Sehingga ucapannya menjadi أَمِيْنٌ
    (Amiiiin), kalau diucapkan seperti ini maknanya menjadi orang yang amanah.

Demikianlah beberapa kesalahan dalam pengucapan kata ‘Amin’ yang sering terjadi dalam shalat. Adapun mengenai cara penulisan yang seperti kami lakukan, merupakan penyesuaian dari pengucapan dan juga transliterasi dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia, sehingga maknanya dikembalikan kepada bahasa aslinya meskipun kaidah penulisannya sedikit tidak sesuai. Wallahu ‘alam.

Leave a Comment