Ketika Berakhirnya Peperangan Antar Sesama Umat Muslim
SEJARAH DAN TOKOH ISLAM

Ketika Berakhirnya Peperangan Antar Sesama Umat Muslim

Alomuslim.com – Setelah mengalami masa fitnah dan peperangan selama beberapa tahun, yang dari peristiwa tersebut harus merenggut ribuan korban umat muslim, diantaranya ada beberapa sahabat mulia, seperti Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam dan juga Ali bin Abu Thalib radhiallahu anhumma,umat muslim akhirnya kembali bersatu di bawah pimpinan Muawiyah bin Abi Sufyan radhiallahu anhu.

Perpecahan dan fitnah bermula pasca tragedi pembunuhan khalifah Utsman bin Affan radhiallahu anhu, yang kemudian diikuti dengan terjadinya perang Jamal, yakni antara Khalifah Ali dengan rombongan Aisyah bersama Thalhah dan Zubair. Lalu disusul dengan perang Shiffin, yang terjadi antara pasukan Khalifah Ali dengan pasukan di bawah pimpinan Muawiyah. Kedua perang ini terjadi dalam waktu yang berdekatan.

Kemudian perpecahan terjadi di dalam pasukan Khalifah Ali dengan memberontaknya sekitar 8.000 orang yang mengatakan bahwa khalifah Ali dan Muawiyah serta para sahabat telah kafir, kelompok mereka ini kemudian dikenal sebagai Khawarij.

Setelah semua masa pahit itu, kemudian umat muslim mulai menemukan cahaya cerah di bawah penerus khalifah Ali, yakni Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu. Bermula ketika Al Hasan bersama pasukan hampir sekitar 40.000 orang, menuju Syam hendak bertemu dengan Muawiyah. Pasukan ini awalnya dibentuk oleh sang ayah untuk memerangi Muawiyah.

Muawiyah dan pasukannya telah mendengar kabar bahwa Al Hasan berangkat dengan jumlah pasukan yang besar menuju Syam, merasa sedikit takut. Karena pada saat perang Shiffin, Muawiyah sempat merasakan kekalahan dari pasukan Khalifah Ali.

Setibanya Al Hasan di Syam, ia tidak memerintahkan pasukannya untuk menyerang tetapi malah mengajukan perdamaian dan menyatakan secara suka rela untuk menyerahkan jabatan Khilafah kepada Muawiyah. Sejak semula Al Hasan memang tidak suka berperang. Demikian juga dengan Muawiyah, yang sudah mulai sadar dan bosan terus berperang karena telah merenggut banyak nyawa kaum muslimin. Dan keduanya memang menginginkan perdamaian.

Setelah perjanjian damai, seluruh umat Islam kembali bersatu di bawah pimpinan Muawiyah bin Abi Sufyan. Dan peristiwa perdamaian itu dikenal dengan ‘Am Al-Jama’ah.

Referensi :Ensiklopedi Akhir Zaman, Dr. Muhammad Ahmad al-Mubayyadh (Granada Mediatama : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *