Khaitsamah dan Sa’ad bin Khaitsamah
KISAH SAHABAT

Khaitsamah dan Sa’ad bin Khaitsamah, Ayah dan Putra yang Berlomba Menjadi Syuhada

Khaitsamah dan Sa’ad bin Khaitsamah, Ayah dan Putra yang Berlomba Menjadi Syuhada – Di Madinah tinggallah satu keluarga yang taat pada perintah Allah Swt, Baik Ayah maupun putranya mereka sama sama rajin beribadah, si anak bernama Sa’ad bin Khaitsamah ia adalah seorang pemuda yang merindukan surga karena itu ia berharap saat Rasul memanggil untuk berperang ia bisa memenuhi panggilan Rasul dan berharap Syahid.

Selama beberapa tahun kepindahan Rasulullah ke Madinah, kaum musryikin yang berada di Mekah masih saja melakukan penyerangan, hingga pada suatu siang Rasulullah mendengar bahwa akan ada lagi penyerangan dari kaum musyirikin maka Rasul memanggil para lelaki untuk menghadapi musuh di lembah badar.

Mendengar bahwa Rasul membutuhkan lelaki untuk berperang, sa’ad merasa sangat senang ia merasa inilah saat nya ia bisa berjihad, ketika akan keluar rumah, sang ayah Khaitsamah menghalangi dengan berdiri di depan pintu, ia membujuk putranya untuk tinggal dirumah menjaga ibu dan adik adiknya sementara ia pergi berjihad

Sa’ad menolak keinginan sang ayah dan merasa bahwa ayahnya sudah terlalu tua untuk ikut berperang, sa’ad juga mengatakan bahwa ia masih muda dan kuat, bahwa ia merindukan surga, ayahnya dengan wajah tertunduk berkata “Ayah juga ingin mendapatkan nikmat surga”

Karena keduanya tak ada yang mau mengalah dan bersikeras untuk tetap ikut berperang, mereka akhirnya setuju untuk mengundi dan siapa pun nama yang muncul maka dia lah yang akan pergi berjihad, dan nama Sa’ad lah yang muncul. Ia berpamitan pada ayahnya dan tak lupa memohon doa sang ayah agar dirinya mendapatkan kemuliaan syahid.

Sa’ad membuktikan tekadnya, di medan perang ia bertarung dengan gagah berani dan tanpa rasa takut sehingga akhirnya Allah mengabulkan doa nya, gugur lah Sa’ad di medan perang dan mendapatkan kemulian syahid.

Mendengar putranya telah gugur Khaitsamah menyusul ke medan perang, namun dikarenakan usianya yang telah lanjut Rasulullah tidak mengijinkan ia untuk berperang, mendengar larangan Rasulullah Khaitsamah pun menangis ia berkata “Ya Rasulullah aku bermimpi bertemu Sa’ad putraku ia sangat gagah dan  tampan, dimimpiku Sa’ad berkata ia menungguku di surga dan dari mimpiku itulah aku tau putraku telah syahid”

Lalu ia melanjutkan perkataannya “Demi Allah aku ingin menemui anakku di surga, aku memang sudah tua dan sebentar lagi akan menemui Allah, namun aku ingin menemui Allah sebagai suhada, tolong ijinkan aku ya Rasulullah”

Mendengar permintaan Khaitsamah Rasulullah pun akhirnya memberikan ijin dan tanpa buang waktu Khaitsamah pun berperang dengan mengerahkan seluruh kemampuan dan tenaga nya, ia seperti tak mau menyia yiakan kesempatan yang datang pada nya, Allah SWT pun mengabulkan keinginannya Khaitsamah syahid di medan perang.

Khaitsamah dan putranya Sa’ad mereka berlomba lomba dalam menggapai surga Nya Allah, mereka tidak menyia yia kan kesempatan yang datang pada mereka.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *