Kisah Ibu Susuan Nabi Muhammad SAW

kisah ibu susuan nabi

Kisah Ibu Susuan Nabi Muhammad SAW Dan Berkah Yang Diperolehnya Karena Menyusui Nabi – Kisah ini mungkin tidak semua umat muslim mengetahuinya, walaupun hampir di setiap kitab Sirah Nabawi menceritakan kejadiannya, namun sebagian umat muslim tidak terlalu memperhatikannya. Rasulullah  lahir pada tanggal 12 Rabiul Awwal di tahun Gajah dari seorang ibu bernama Aminah binti Wahb dan ayah bernama Abdullah bin Abdul Muthalib.

Ibunda beliau , Aminah binti Wahb, merupakan wanita paling baik garis keturunan dan kedudukannya di kalangan Quraisy. Demikian halnya ayah beliau , Abdullah bin Abdul Muthalib, juga merupakan lelaki yang berasal dari garis keturunan dan kedudukan yang baik di antara kaum Quraisy. Sehingga Rasulullah  merupakan orang Quraisy yang paling baik nasabnya dan paling terhormat baik dari jalur ibu maupun ayahnya.

Sudah menjadi budaya ditengah masyarakat Quraisy, bahwa setiap anak yang baru dilahirkan akan dicarikan seorang ibu untuk disusui. Begitu pula dengan baginda Nabi , setelah kelahirannya beliau disusui oleh seorang wanita dari Bani Sa’ad bin Bakr yang bernama Halimah binti Abu Dzuaib, atau yang lebih dikenal sebagai Halimah As-Sa’diyah.

Baca Juga : Sahabat Yang Terkahir Kali Menyentuh Nabi Muhammad SAW

Diceritakan oleh ibunda yang menyusui Rasulullah , Halimah As-Sa’diyah, bahwa ia pernah pergi bersama suaminya dan para wanita dari Bani Sa’ad bin Bakr keluar dari negerinya mencari anak-anak untuk disusui. Halimah bercerita bahwa tahun itu adalah tahun kering dan tidak menyisakan apapun dari makanan mereka.

Mereka pergi dengan mengendari keledai dan seekor unta tua yang tidak lagi menghasilkan susu setetespun. Pada saat perjalanan, ia menceritakan bahwa mereka tidak bisa tidur karena tangisan anak-anak yang ikut bersama mereka. Mereka menangis karena lapar sementara susu miliknya tidak bisa mengenyangkan demikian pula dengan unta tua mereka yang tak lagi menghasilkan susu.

Perjalanan mereka membutuhkan waktu yang lama, sehingga keadaan tersebut cukup menyiksa mereka, ditambah dengan  rasa lapar dan lelah karena tidak memiliki bekal yang cukup dan sedikitnya istirahat. Sesampainya di Makkah, dia mengisahkan, bahwa para wanita yang bersamanya, telah ditawari untuk menyusui baginda Nabi  namun mereka menolaknya.

Hal tersebut karena mereka mengetahui bahwa Nabi  adalah seorang anak yatim. Padahal setiap dari mereka mengharapkan imbalan yang banyak dari para ayah yang anaknya disusui.

Setelah para wanita itu mendapatkan anak-anak untuk disusui, mereka bersepakat untuk kembali ke negeri mereka. Maka, Halimah memutuskan untuk mengambil baginda Nabi  karena ia tidak mendapatkan anak lain untuk disusui. Setelah mengambil baginda Nabi  ia-pun kembali ketempat peristirahatan dan merebahakannya di pangkuan, kemudian menyusui baginda Nabi  hingga kenyang, demikian pula dengan saudara susuannya.

Setelah menyusu keduanya tertidur, satu hal yang tidak bisa mereka nikmati selama perjalanan. Sementara itu, Halimah pergi pada unta tua milikinya, dan keberkahan-pun terjadi, air susu unta tua itu penuh. Merekapun memerah dan meminumnya hingga puas.

Keberkahan kembali terjadi pada keledai tunggangan mereka, dimana tak satupun dari tunggangan milik rombongannya yang mampu mengejar. Keledai miliknya menjadi sangat berbeda setelah membawa serta baginda Nabi , dengan keledai-keledai lainnya. Merekapun tiba di negerinya lebih cepat dari rombongan lainnya. Sebagaimana mereka pergi meninggalkan negeri dalam keadaan kering dan tandus, namun setelah mereka kembali dengan membawa baginda Nabi , kambing milik mereka mendatangi dalam keadaan sudah kenyang dan penuh dengan susu.

Tetapi disaat yang bersamaan, kambing milik orang-orang lain tidak dapat memerah susu setetespun. Di senja hari, dimana kambing orang-orang yang selalu kembali dalam keadaan lapar dan tidak mengeluarkan susu setetespun, sementara disaat yang bersamaan kambing milik mereka selalu pulang dalam keadaan kenyang dan air susu melimpah.

Demikianlah, keluarga mereka terus mendapatkan kucuran berkah dan nikmat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala hingga berlangsung dua tahun, sampai mereka menyapih dan selesai menyusui baginda Nabi .

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *