Kisah Keadilan Ali Bin Abi Thalib Tehadap Seorang Pencuri Yahudi

Alomuslim.com – Dikisahkan bahwa suatu saat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, yang pada saat itu telah menjadi seorang khalifah, mendapati jubah perangnya sedang tergantung di rumah seorang Yahudi. Sontak kemudian, Ali memanggil orang Yahudi tersebut. Ali menganggap bahwa orang Yahudi tersebut telah mencuri jubah perangnya. Orang Yahudi itupun berkilah, ia menganggap apa yang ada di rumahnya adalah miliknya.

Ali tidak terima dengan hal tersebut, kemudian ia mengajak orang Yahudi itu ke pengadilan untuk mendengar keputusan hakim atas perkara mereka. Tetapi orang Yahudi sempat menolaknya, karena ia tahu kalau Ali adalah seorang khalifah pasti hakim akan memenang Ali atas dirinya, apalagi hakim tersebut diangkat oleh Ali. Tetapi Ali bersikeras, hingga akhirnya orang Yahudi menurutinya.

Sesampainya di pengadilan, Ali yang merupakan seorang khalifah tidak mendapatkan perlakuan khusus sedikitpun dari hakim, ia diminta menunggu sampai hakim menyelesaikan beberapa perkara kaum muslimin yang telah datang lebih dulu. Ali dan orang Yahudi-pun menunggu giliran mereka. Tetapi orang Yahudi merasa sedikit keheranan, kenapa seorang khalifah yang merupakan raja tidak mendapatkan perlakuan khusus bahkan tidak mendapatkan sambutan dari rakyatnya ketika memasuki ruang persidangan.

Kemudian sampailah giliran mereka mengadukan permasalahannya kepada hakim. Maka hakim mulai mendengarkan pengaduan dari Ali dan sanggahan dari orang Yahudi. Hakim bertanya kepada Ali, apakah ia memiliki saksi yang menguatkan bahwa jubah perang tersebut benar miliknya. Maka Ali berkata ada, yakni dua orang anaknya, Al-Hasan dan Al-Husein serta istrinya.

Tetapi menurut hukum Islam, seorang anak tidak dapat dijadikan saksi atas kasus yang menimpa keluarganya. Sementara seorang wanita tidak dapat dijadikan sebagai saksi, karena yang dapat dijadikan sebagai saksi haruslah minimal dua orang laki-laki. Atau satu orang laki-laki setara dengan dua orang wanita, maka harus ada empat orang wanita sebagai saksi. Akhirnya hakim memutuskan bahwa pengaduan Ali tidak dapat dimenangkan karena tidak cukup saksi yang menguatkan aduannya.

Orang Yahudi semakin bertambah heran, karena sidang itu hanya berlangsung singkat dan hakim langsung memutuskan bahwa jubah itu adalah miliknya. Hakim langsung menutup persidangan. Orang Yahudi yang masih keheranan bertanya kepada Ali, “apakah persidangannya sudah selesai?”. Ali menjawab, “iyah, dan hakim telah memutuskan jubah itu sekarang milikmu, meskipun aku yakin jubah itu adalah milikku.” 

Kemudian sesaat sebelum mereka meninggalkan ruang persidangan, orang Yahudi membuat pengakuan kalau sebenarnya jubah itu ia curi dua hari sebelumnya dari rumah Ali, setelah itu ia mengucapkan syahadat dihadapan Ali. Orang Yahudi itu merasa keadilan yang ditunjukkan oleh Ali telah membuatnya takjub dengan ajaran Islam dan memutuskan untuk memeluk Islam serta mengembalikan jubah perang milik Ali.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Referensi : Kisah Sahabat Ali Bin Abi Thalib, Video Ceramah Ustad Dr. Khalid Basalamah, MA

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may like