Kisah Penciptaan Manusia Pertama
KISAH NABI DAN RASUL, KISAH PARA RASUL

Kisah Penciptaan Manusia Pertama

Alomuslim.com – Kisah Penciptaan Manusia Pertama, Semua orang, baik ia dari agama Islam, Yahudi atau Nashrani, meyakini bahwa manusia yang pertama kali diciptakan adalah Nabi Adam alaihissalam. Kecuali sebagian orang dari golongan yang fanatik terhadap teori evolusi, mereka menganggap manusia merupakan hasil perubahan bertahap dari seekor kera hingga menjadi manusia.

Nabi Adam merupakan manusia pertama yang Allah ciptakan, sekaligus dengan keistimewaan yakni diciptakan dengan tangan-Nya langsung. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam Al Qur’an. Allah berfirman :

“Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku.” (QS. Shaad : 75)

Nabi Adam bukanlah makhluk yang pertama kali diciptakan, sebelumnya sudah ada berbagai jenis makhluk yang telah Allah ciptakan. Diantaranya adalah golongan Malaikat dan Jin, yang termasuk juga iblis sebagai bagian dari golongan jin. Nabi Adam merupakan bapak sekaligus nenek moyang dari semua manusia yang ada di dunia.

[irp posts=”2935″ name=”Bagaimana Memahami Takdir ?”]

Allah Azza wa Jalla menciptakan Nabi Adam dari segenggam tanah yang diambil dari seluruh permukaan tanah. Sehingga anak keturunan Nabi Adam memiliki warna kulit yang berbeda-beda, hal itu karena menyesuaikan dengan asal tanah kelahirannya.

Sebelum diciptakannya Nabi Adam, Allah telah mengabarkan kepada para malaikat perihal penciptaan Nabi Adam. Dan juga dikabarkan bahwa Nabi Adam dan keturunannya kelak akan menjadi pemimpin di muka bumi. Allah Azza wa Jalla berfirman :

“Ingatlah ketika Rabb-mu berfirman kepada para Malaikat. ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah (pemimpin) di muka bumi.’ Mereka berkata, ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’ Allah berfirman ; ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’ (QS. Al Baqarah : 30)

Referensi : Ustadz Lalu Ahmad Yani Lc. & Ustadz Raehanul Bahraen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *