Kisah sahabat yang pertama kali membacakan al-Quran
KISAH SAHABAT

Kisah Sahabat Yang Pertama Kali Membacakan Al-Quran Di Hadapan Orang Quraisy

Alomuslim.com – Ketika dakwah Islam masih berada pada fase-fase awal, disaat jumlah pengikut masih sedikit, umat Islam kerap kali mendapati ejekan hingga penyiksaan dari orang-orang Quraisy di kota Mekkah. Hal itu disebabkan karena kebencian orang-orang Quraisy terhadap dakwah umat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, yang menentang semua bentuk ibadah dan sesembahan nenek moyang mereka.

Tidak sedikit diantara para sahabat yang mengalami penyiksaan oleh orang-orang Quraisy, bahkan sebagiannya disiksa hingga mati. Ada yang dengan cara dibelah tubuhnya hingga menjadi dua bagian, ada yang ditusuk dengan besi dari bagian bawah tubuhnya hingga tembus ke kepala, dan yang sebagainya.

Perjuangan para sahabat dalam mendakwahkan Islam senantiasa menemui hal-hal yang demikian. Sehingga untuk mendakwahkan tentang Islam kepada masyarakat Quraisy secara terbuka merupakan sesuatu yang sangat berat. Mereka harus bersiap untuk mempertaruhkan nyawa karenanya.

Tetapi para sahabat bukanlah sekumpulan orang-orang pengecut, meskipun nyawa menjadi taruhan, mereka tidak gentar untuk selalu mendakwahkan Islam ditengah-tengah masyarakat Quraisy. Para sahabat yakin bahwa yang mereka perjuangkan merupakan sebuah kebenaran, dan mereka juga yakin dengan balasan yang telah dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Sahabat pertama yang membacakan Al Qur’an di depan orang-orang Quraisy

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam jelas merupakan orang pertama yang membacakan Al Qur’an kepada masyarakat Quraisy, karena hal tersebut merupakan perintah Allah atas Rasul-Nya. Akan tetapi ada juga diantara para sahabat, seseorang yang berani membacakan Al Qur’an di hadapan orang-orang Quraisy. Meskipun mereka tau hal itu akan mengundang resiko hilangnya nyawa.

Ketika itu para sahabat, yang masih sedikit jumlahnya dan banyak diantara mereka adalah orang-orang yang tidak memiliki kedudukan di masyarakat Quraisy, sedang berkumpul, ada salah seorang yang berkata, ‘Demi Allah, orang-orang Quraisy belum pernah mendengar Al Qur’an yang dibaca di depan umum. Siapakah yang berani memperdengarkannya kepada mereka?’

Kemudian salah seorang diantara mereka menjawab dengan suara lantang dan meyakinkan, ‘Aku, Biarkanlah aku yang melakukannya, karena Allah akan melindungiku.’ Tahukah anda siapa orang tersebut? Ia adalah seorang sahabat mulia, Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu atau biasa juga dikenal dengan sebutan Ibnu Mas’ud.

Para sahabat sebenarnya waku itu merasa khawatir, kalau sampai Ibnu Mas’ud melakukan hal tersebut, maka ia akan kehilangan nyawanya karena disiksa oleh orang-orang Quraisy. Sehingga mereka meminta ada seseorang dari keluarganya yang ikut untuk melindungi Ibnu Mas’ud. Tapi Ibnu Mas’ud menolaknya, karena ia yakin dan telah menggantungkan dirinya kepada Allah sebagai pelindung.

Diantara surat yang dibacakan

Ibnu Mas’ud akhirnya berangkat sendiri, ia pergi ke Maqam pada waktu Dhuha di saat orang-orang Quraisy sedang berada di Balai pertemuan mereka. Ibnu Mas’ud menunjukkan keberanian yang luar biasa, ia justru memilih waktu ketika orang-orang Quraisy sedang berkumpul untuk kemudian membacakan Al Qur’an kepada mereka.

Ibnu Mas’ud berdiri di Maqam, lalu ia membaca dengan suara nyaring, diantara surat Ar Rahman ayat 1-2, yang artinya ;

“Tuhan yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al Qur’an”

 Ibnu Mas’ud terus membacakan ayat demi ayat. Sebagian dari orang-orang Quraisy ada yang mendengar sambil merenungi, sebagian lain bertanya-tanya diantara mereka perihal apa yang dibacakan oleh Ibnu Mas’ud. Kemudian ada seseorang yang mengatakan , ‘Dia sedang membaca sebagian yang dibawa oleh Muhammad.’

Kemudian orang-orang Quraisy bangkit, bergerak mendatangi Ibnu Mas’ud, lalu menghajarnya. Ibnu Mas’ud tidak bergeming, dia tetap membaca surat tersebut sampai ayat tertentu. Setelah selesai dihajar oleh orang-orang Quraisy, Ibnu Mas’ud kembali kepada para sahabat dalam keadaan penuh dengan luka. Para sahabat berkata, ‘Itulah yang kami khawatirkan atas dirimu.’ 

Ibnu Mas’ud kemudian berkata, ‘Musuh-musuh Allah itu tidak lebih hina dalam pandanganku daripada mereka sejak sekarang. Jika kalian mau, besok pagi aku akan melakukan hal yang sama.’ Para sahabatpun menahannya agar tidak melakukan hal itu lagi.

Mengenal sedikit tentang Ibnu Mas’ud

Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil Al Hudzali. Ibnu Mas’ud termasuk kalangan sahabat As-Sabiqunal Awwalun (para sahabat yang masuk Islam di awal dakwah) , dirinya mengikuti dua peristiwa Hijrah ke Habasyah dan ke Madinah. Ibnu Mas’ud juga termasuk salah seorang yang ikut dalam perang Badr, bahkan menurut pendapat seorang ahli sejarah, beliaulah orang yang telah membunuh Abu Jahal dalam peristiwa perang Badr.

Beliau merupakan salah seorang sahabat yang banyak meriwayatkan hadits dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dan seorang sahabat yang dianggap paling memahami Al Qur’an dan juga cara membacanya. Bahkan pujian tersebut disampaikan langung oleh lisan yang mulia Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

“Barangsiapa yang ingin membaca Al Qur’an, asli sebagaimana ketika diturunkan, mkaa bacalah sebagaimana cara membaca Ibnu Ummi Abd (Ibnu Mas’ud).” (shahih. HR. Ahmadno. 35)

itulah, Abdullah bin Mas’ud, sahabat yang pertama kali membacakan Al QUr’an dihadapan orang-orang Quraisy.

Referensi :

  • Sirah Nabawiyah, Ibnu Hisyam (Akbar Media : 2015)
  • Kisah-Kisah Sahabat : Ibnu Mas’ud, Yufidia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *