Kondisi Umat Islam Ketika Bani Abbasiyah Mengambil Alih Khilafah

Kondisi Umat Islam Ketika Bani Abbasiyah

Alomuslim.com – Pasca fitnah pertama kali melanda umat Islam setelah terbunuhnya amirul mukminin Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu, kemudian disusul pemberontakan oleh sebagian kaum muslimin yang jauh dari hidayah kepada khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu yang akhirnya terbunuh oleh para pemberontak.

Kemudian pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu perpecahan umat Islam semakin nyata. Perang saudara diantara kaum muslimin terjadi hingga menelan korban puluhan ribu jiwa kaum muslimin. Setelah masa khulafaur rasyidin berlalu, muncullah dinasti Bani Umayyah mengambil alih tanggung jawab memimpin khilafah islam.

Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhu menjadi khalifah Bani Umayyah yang pertama, dan dia merupakan khalifah yang baik. Pada masa ia menjadi khalifah, kaum muslimin kembali bersatu dan menikmati kedamaian. Namun, dimasa akhir pemerintahannya dia membuat sebuah keputusan yang kembali mengundang perpecahan dan pertumpahan darah antar kaum muslimin, dengan menunjuk anaknya Yazid bin Mu’awiyah sebagai putra mahkota penggantinya.

Yazid menjadi pembuka berbagai kekisruhan, pembunuhan para sahabat dan perebutan tahta khalifah oleh para putra mahkota. Maka hampir selama 90 tahun lebih Bani Umayyah berkuasa, umat muslim hidup dalam penindasan oleh para khalifah. Hanya beberapa saja diantara para khalifah tersebut yang memimpin dengan adil, salah satunya adalah khalifah Umar bin Adul Aziz rahimahullahu.

Puncaknya adalah pada tahun 132 Hijriyah, ketika umat Islam sudah merasa tidak ingin bertahan hidup di bawah ke khalifahan Bani Umayyah, muncullah orang-orang dari Bani Abbasiyah melakukan pemberontakan di Kufah. Mereka berhasil memenangkan pertempuran, kemudian mengejar khalifah Marwan Al Himar dan membunuhnya di Mesir. Terbunuhnya khalifah Marwan Al Himar menjadi penanda berakhirnya dinasti Bani Umayyah, dan berganti dengan dinasti Bani Abbasiyah.

Bagaimana kondisi kaum muslimin selanjutnya?

Menurut sebagian orang, tatkala khilafah berada di tangan Bani Abbasiyah, saat itu tidak ada seseorang penduduk bumi yang lebih banyak bacaan Al Qur’annya dan banyak ibadahnya dari pada mereka. Dinasti Bani Abbasiyah dianggap mampu memberikan perubahan bagi kehidupan kaum muslimin. As Saffah sebagai khalifah pertama dinasti Bani Abbasiyah merupakan pemimpin yang baik, dia memimpin kaum muslimin dengan penuh kebaikan.

Tetapi, pemberontakan yang dilakukan oleh Bani Abbasiyah telah memicu beberapa wilayah lain untuk melakukan pemberontakan dan menyatakan diri sebagai wilayah merdeka, seperti Andalusia, Mesir dan Turki. Kehidupan kaum muslimin kembali dihadapkan pada kekhalifahan yang zhalim, yang rela membunuh untuk mengamankan tahtanya.

Bahkan ketika Al-Manshur menduduki posisi khalifah, terjadilah pembantaian kepada kaum muslimin yang menentangnya seperti pembantaian dua orang ahli bait keluarga Alawiyyin dan juga tidak ragu memenjarakan para ulama diantaranya adalah Imam Abu Hanifah, hingga beliau wafat di penjara. Meskipun ilmu pengetahuan berkembang pesat di masa Bani Abbasiyah, tetapi kehidupan kaum muslimin tidak lepas dari perpecahan, peperangan dan pertumpahan darah.

Wallahu a’lam.

Referensi : Tarikh Khulafa, Imam As-Suyuthi (Pustaka Al Kautsar : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *