Kriteria Pasangan Idaman Menurut Rasulullah SAW – Alomuslim

Kriteria Pasangan Idaman Menurut Rasulullah SAW

Kriteria Pasangan Idaman

Kriteria Pasangan Idaman Menurut Rasulullah SAW – Islam adalah agama yang komplit. Segala hal yang berkaitan dengan hidup manusia diatur sedemikian rupa, berdasarkan Al-Qur’an, Hadits, dan pandangan mayoritas ulama’. Makna dari ‘segala hal’ yang kita sebutkan disini, berarti semua aspek dalam kehidupan, termasuk salah satunya adalah tentang relationship atau hubungan antara pria dan wanita.

Rasulullah SAW sendiri mengajarkan kepada umatnya, agar benar-benar memperharikan 4 kriteria pasangan idaman, agar rumah tangga bahagia. Apa saja 4 kriteria pasangan idaman menurut Rasulullah SAW? Simak ulasan berikut ini. Diriwayatkan dalam sebuah hadits oleh sabahat mulia Abu Hurairah R.a, Rasulullah bersabda :

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا، وَلِحَسَبِهَا، وَلِجَمَالِهَا، وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

Wanita dinikah karena empat hal: sebab hartanya, nasabnya, kerupawanannya, dan sebab agamnya. Menangkanlah perempuan yang memiliki agama, maka kamu akan beruntung.” (HR. Muslim)

Dilihat dari kalimat dalam hadits tersebut menyampaikan satu isyarat Rasulullah SAW untuk para umatnya, agar berhati-hati dalam memilih pasangan. Keempat faktor tersebut terbukti saling melengkapi, dan Rasulullah SAW tentu memiliki alasan kuat mengapa beliau menyerukan keempat hal tersebutn.

Baca Juga : Urgensi Nikah Muda

Tapi meskipun demikian, satu hal yang sebenarnya lebih penting dari hanya sekedar memahami keempat kriteria tersebut. Poin kelima adalah poin yang terpenting dalam kriteria pasangan idaman yang harus diperhatikan

Pada kalimat terkahir dalam hadits diatas, setelah Rasulullah SAW menyebutkan 4 kriteria pasangan ideal kepada para umatnya. Beliau memberi penegasan kembali, yang tertuang dalam kalimat “……. Menangkanlah perempuan yang memiliki agama, maka kamu akan beruntung.” Nah, dari sini tentu sudah jelas bisa kita mengerti apa maksud Rasulullah SAW.

Meskipun beliau menganjurkan keempat faktor tersebut tepenuhi, tapi yang terpenting adalah ‘sebab agamanya’. Karena hanya dengan poin terakhir itu saja sebenarnya kita sudah bisa mendapatkan keberuntungan, seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW. Dan keberuntungan pastilah akan selalu berakhir dengan kebahagiaan.

Nah, agar kita bisa lebih memahami tentang hadits diatas tentang kriteria pasangan idaman. Mari sama-sama kita pelajari denagn mengulasnya satu persatu.

Kriteria Pasangan Idaman

1. Karena Hartanya

Kriteria Pasangan Idaman dilihat dari harta

Faktor yang pertama ini dialami langsung oleh Nabi SAW, selain karena rasa cintanya kepada Khadijah dan ketulusan khadijah dalam mengabdikan dirinya. Dengan bantuan sedekah harta dari Khadijah R.a, Rasulullah SAW dapat mengentaskan penderitaan umat muslim yang saat itu berada pada kondisi teraniaya, oleh perbuatan kaum Quraisy. Siti Khadijah cantik, berharta, bernasab mulia, dan yang pasti teguh imannya kepada Allah SWT. Karena jika tidak, tidak mungkin ia rela melepaskan harta dunianya untuk berjuang di jalan Allah SWT bersama Rasulullah SAW.

Kisah lainnya adalah kisah hidup seorang sahabat Nabi SAW, yakni Zaid bin Haritsah R.a. Zaid R.a adalah seorang sahabat Nabi SAW yang berasal dari glongan biasa, bukan fakir dan juga bukan orang yang berharta. Ia dinikahkan oleh seorang wanita yang cantik jelita, bernama Zainab binti Jahsy R.a. Walhasil, pernikhan mereka memang tak berlangsung lama.

Itulah mengapa Rasulullah SAW menyebutkan bahwa harta adalah salah satu faktor yang tak boleh disepelekan dalam melihat kriteria pasangan idaman. Bukankah saat sekarang ini kita juga sering sekali melihat mereka para pasangan suami-istri harus bercerai karena masalah ekonomi? Hal ini semata-mata bertujuan agar rumah tangga bisa terhindar dari maslaah ekonomi yang bisa menjadi sumber prselisihan dan pemicu keretakan rumah tangga.

2. Karena Nasabnya

Kriteria Pasangan Idaman nasab

Darah yang me ngalir di dalam tubuh seorang anak manusia selalu berkaitan dengan darah para pendahulunya. Seperti peribahasa, buah jatuh tak jauh dari pohonnya, nah itulah sedikit yang bisa menggambarkan tentang poin kedua dari kriteria pasangan idaman ini. Memilih pasangan berdasarkan nasab adalah salah satu sunnah dari Nabi SAW, dengan harapan keturunan dari orang yang berakhlak mulia, tentu akan mewarisi akhlak para pendahulunya tersebut.

Hal ini seperti dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Aisyah R.a, beliau Aisyah R.a berkata bahwa pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda :”

تَخَيَّرُوا لِنُطَفِكُمْ، وَانْكِحُوا الْأَكْفَاءَ، وَأَنْكِحُوا إِلَيْهِمْ

“Pilihlah tempat kalian menanamkan benih kalian, nikahilah orang-orang yang sepadan, dan nikahkanlah (anak-anak kalian) derngan mereka.” (Sunan Ibnu Majah, no.1968, Al-Mustadrok, no. 2687).

3. Karena Kecantikan/Kerupawanannya

Kriteria Pasangan Idaman kecantikan

Tak perlu kita tutupi, bahwa dalam memandang sesuatu apapun kita selalu akan menekankan pandangan fisik kita terlebih dahulu. Dan memang itu tidak salah, karena merupakan salah satu sunatullah yang secara otomatis berlaku pada setiap  dikehendaki-Nya. Menurut Rasulullah SAW, wajah yang rupawan/cantik adlaah salah satu yang dapat menjadi pemupuk keharomonisan rumah tangga. Seperti halnya sabda beliau, Rasulullah SAW kettika seorang sahabat bertanya tentang kriteria wanita yang baik :

قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِيمَا يَكْرَهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya; “Wahai Rasulullah, wanita yang bagaimana yang paling baik?” maka Beliau menjawab: “Wanita yang menyenangkan hati jika dilihat (suami), taat jika diperintah dan tidak menyelisihi pada sesuatu yang ia benci terjadi pada dirinya (istri) dan harta suaminya.” (HR. Ahmad).

Nah, maka dari itulah dalam Islam ada aturan syari’at tentang ta’aruf untuk setiap muslim dan muslimat yang akan menikah/dinikahkan. Ta’aruf, sederhananya adalah saling mengenal, baik wajah, perbuatan, dan sifatnya. Hal itu dilakukan untuk sebagai pertimbangan, apakah keduanya sama-sama merasa calong pasanganya tepat utnuk dijadikan sebagai mahram (suami/istri).

Rasulullah SAW bersabda :

اُنْظُرْ إلَيْهَا فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ يُؤْدَمَ بَيْنَكُمَا الْمَوَدَّةُ وَالْأُلْفَةُ

Lihatlah dia, karena hal itu akan lebih mengabadikan kasih sayang di antara kalian berdua” (HR. Tirmidzi)

4. Karena Agamanya

Kriteria Pasangan Idaman agama

Nah, spserti yang telah kita bahas sebelumnya, ini adalah poin terpenting dalam memilih pendamping sesuai dengan kriteria pasangan idaman menurut Rasulullah SAW. Bagaimanun kondisi pasangan anda, jika mereka tidak dekat dengan agama atau setidaknya beriman kepada Allah SWT dan mau belajar untuk menjadi manusia yang bertaqwa.

Maka, jika poin keempat ini tidak terpenuhi, sevantik apapun dia, sekaya apapun, atau dari keluarga yang terpandang sekalipun jangan lanjutkan hubungan kita ke jenjang pernikahan. Kalaupun sudah telranjur, maka menjadi kewajiban seorang suami untuk menuntun istri-istri mereka agar bisa menjadi insan yang taat, beramal sholeh, dan bertaqwa kepada Allah SWT.

إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنْكِحُوهُ، إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الأَرْضِ وَفَسَادٌ

Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.”(HR. Tirmidzi).

Pada prakteknya memilih pendamping hidup yang sesuai dengan kriteria pasangan idaman seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi SAW tidaklah mudah. Sebagaimana wasiat Khalifah Utsman bin Affan kepada anaknya, tentang memilih pasangan :  “wahai anak-anakku, sesungguhnya orang yang hendak menikah itu bagaikan orang yang hendak menyemai benih.

Maka hendaklah ia memerhatikan dimana ia akan menyemainya. Dan ingatlah bahwa (wanita yang berasal dari) keturunan yang buruk jarang sekali melahirkan keturunan yang baik. Maka, pilih-pilihlah terlebih dahulu meskipun sejenak.”

Sekilas kita pelajari tentang wasiat sahabat mulia Utsman bin Affan tersebut menekankan pentingnya memilih pasangan berdasarkan nasabnya. Tapi, sebenarnya poin dari wasiat tersebut adalah terletak pada kalimat “…… keturunan yang baik” yang artinya adalah seseorang yang baik adalah kriteria pasangan idaman yang terpenting, dan ‘yang baik’ menurut sahabat Utsman R.a tentunya saja yang baik agamanya, beriman dan beramal sholeh.

Wallahua’lam bishowab

Sumber 

[su_spoiler title=”Artikel Yang Kamu Cari :”]kriteria pasangan dalam islam, kriteria pasangan hidup, kriteria calon suami menurut islam, kriteria pasangan idaman[/su_spoiler]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *