Kufur Yang Mengeluarkan Pelakunya Dari Agama
DASAR ISLAM, KEIMANAN

Kufur Yang Mengeluarkan Pelakunya Dari Agama

Alomuslim.com – Secara bahasa, kufur bermakna menutupi. Semantara dalam istilah syar’i bermakna tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dalam istilah syar’i, kufur terbagi menjadi dua macam, yakni kufur Akbar (besar) yang dapat mengeluarkan pelakunya dari Islam dan kufur Ashgar (kecil) yang tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam.

5 Jenis Kufur

Kufur Akbar inilah yang berlawanan dengan iman, yang dapat menyebabkan pelakunya kekal dihukum dalam Neraka. Kufur ini bisa berupa keyakinan, perkataan dan juga perbuatan, yang terbagi menjadi lima jenis :

  • Kufur Takdzib (Mendustakan)

Yaitu, meyakini kedustaan para Rasul, sebagaimana keyakinan orang-orang musyrikin pada masa lalu. Atau menganggap Allah telah mengharamkan dan menghalalkan sesuatu, padahal dia mengetahui bahwa hal itu telah nyata bertentangan dengan perintah dan larangan Allah.

  • Kufur Iba’ah wa Istikbar (Menolak dan Sombong)

Pelakunya meyakini kebenaran atas apa yag disampaikan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan berasal dari wahyu Allah, akan tetapi dia menolak untuk mengikutinya karena kesombongan, kemudian menghinakan kebenaran tersebut serta kepada para pengikutnya. Seperti perbuatan iblis, yang menolak perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam, dengan kesombongan walaupun dia tahu bahwa perintah tersebut adalah kebenaran.

  • Kufur I’radh (Berpaling)

Pelakunya berpaling dengan pendengaran dan hatinya dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Ia tidak membenarkan, tidak mendustakan, tidak mencintainya, tidak memusuhinya dan tidak menyimak sedikitpun sabdanya. Dia meninggalkan kebenaran, tidak mempelajarinya dan tidak mengamalkannya, menjauhi tempat-tempat kebenaran.

  • Kufur Nifaq

Pelaku kufur Nifaq, menampakkan bahwa dirinya seolah-olah mengikuti ajaran Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, tetapi hatinya menolak dan mengingkarinya. Ia menampakkan keimanan kepada orang lain, namun menyembunyikan kekufuran dihatinya.

  • Kufur Syak (Ragu-ragu)

Tidak memastikan benar atau dustanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam, akan tetapi dia meragukannya. Dia maju mundur untuk mengikutinya, padahal yang semestinya adalah meyakini bahwa ajaran yang dibawa Rasul shallallahu alaihi wa sallam adalah benar. Pelaku kekufuran ini menganggap ajaran Islam benar, tetapi juga membolehkan adanya kebenaran dari selain ajaran Islam.

Pahamilah kelima jenis kekufuran ini, agar kita bisa terbebas dari segala keyakinan, perkataan maupun perbuatan yang menyebabkan kita keluar dari agama ini. Allahu yahdik.

Referensi :

  • Mukhtashar Aqidah Islam, Syaikh Abdullah bin Abdul Hamid Al-Atsari & Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamad (Pustaka Elba : 2016)
  • Kufur Definisi Dan Jenisnya, Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan (Almanhaj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *