Lahirnya Kerajaan Islam Yang Pertama
SEJARAH DAN TOKOH ISLAM

Lahirnya Kerajaan Islam Yang Pertama

Alomuslim.com Kepemimpinan umat muslim berubah dari sistem pemerintahan dengan satu khalifah menjadi kerajaan setelah periode Khulafaur Rasyidin berlalu. Tepatnya ketika Mu’awiyah bin Abu Sufyan radhiallahu anhu dibaiat oleh kaum muslimin, sekaligus sebagai awal mula dibangunnya sejarah dinasti Bani Umayyah yang memimpin kaum muslimin. Para ulama dan ahli sejarah bersepakat bahwa inilah kerajaan Islam yang lahir pertama kali.

Mu’awiyah dibai’at pada tahun 41 Hijriyah, setelah khalifah dari periode khulafaur rasyidin yang terakhir, yakni Al Hasan bin Ali radhiallahu anhu menyerahkan kekuasaan kepadanya. Dalam sejarah, peristiwa tersebut dikenal dengan ‘Am Al Jama’ah (tahun persatuan umat Islam). Mu’awiyah memerintah selama kurang lebih dua puluh tahun, dan ia membuat sebuah keputusan yang akan merubah sejarah kepemimpinan kaum muslimin selamanya.

Mu’awiyah memutuskan untuk menunjuk anaknya Yazid bin Mu’awiyah sebagai putera mahkota dan akan menjadi penerusnya setelah ia wafat. Hal inilah menjadi sebab permulaan berubahnya sistem pemerintahan umat Islam. Ketika hal itu diumumkan oleh Mu’awiyah, banyak dari kalangan sahabat yang menolak, karena dianggap menyalahi apa yang telah dilakukan oleh para khalifah sebelumnya.

Diantara yang menolak adalah Abdur Rahman bin Abu Bakar dan Abdullah bin Umar radhiallahu anhumma, yang merupakan putra dari dua khalifah pertama kaum muslimin, Abu Bakar Ash Shidiq dan Umar bin Khaththab radhiallahu anhumma. Hal ini sangat wajar, karena khalifah sebelumnya tidak mewariskan kekuasaan kepada putera-putera mereka, melainkan urusannya diserahkan kepada kaum muslimin.

Abdur Rahman berkata kepada Mu’awiyah :

“Itu bukan sunnah Abu Bakar dan Umar, ini adalah sunnah Kaisar. Karena Abu Bakar dan Umar tidak pernah mewariskan khilafah kepada anak-anaknya, bahkan tidak pula kepada salah seorang keluarganya.”

Tetapi keputusan Mu’awiyah telah bulat dan tidak dapat dirubah, hingga akhirnya setelah ia wafat, puteranya Yazid diangkat menjadi pengganti dan meneruskan kekuasaan Bani Umayyah. Dan inilah yang berlaku seterusnya hingga runtuhnya Dinasti Umayyah, kemudian berganti dengan dinasti Bani Abbasiyah sampai kesultanan Islam terakhir dari dinasti Utsmaniyah yang berada di Turki.

Selama puluhan tahun bani Umayyah berkuasa, banyak dinasti di wilayah-wilayah kaum muslimin membangun kekuatan agar dapat merebut kekuasaan dari bani Umayyah. Sehingga dalam sejarah peradaban Islam, tidak lepas dari perang saudara untuk saling menghancurkan dan memperebutkan kekuasaan.

Referensi : Tarikh Khulafa, Imam As Suyuthi (Pustaka Al Kautsar : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *