Larangan Mengenakan Celana Bagi Wanita

larangan mengenakan celana bagi wanita

Larangan Mengenakan Celana Bagi Wanita – Perihal mengenakan celana bagi wanita, merupakan sebuah perkara yang akan mengundang perdebatan cukup panjang, karena celana telah mejadi bagian yang tidak bisa dijauhkan dari kebiasaan berbusana para kaum wanita. Celana merupakaan salah satu ujian paling buruk bagi sebagian besar wanita.

Meskipun celana dapat menutupi aurat, akan tetapi celana dapat memperlihatkan lekuk tubuh yang mengundang birahi dan syahwat. Sementara diantara salah satu syarat pakaian bagi wanita muslimah yang sesuai syariat adalah hendaknya tidak ketat yang sekiranya tidak sampai menampakkan lekuk tubuh.

Baca Juga : Cara Berpakaian Sesuai Syariat Islam

Nabi ﷺ pernah bersabda :

“Ada dua kelompok penghuni neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu : suatu kaum yang memiliki cambuk layaknya ekor sapi yang digunakannya untuk mencambuk manusia, dan para perempuan yang berpakaian namun layaknya telanjang, berlenggak-lenggok dan menggoda, kepalanya bagaikan punuk unta yang miring ; mereka tidak masuk surga dan tidak mencium aromanya, padahal aroma surga tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Saat ini wanita yang mengenakan celana sangat berbahaya. Saat ini model dan corak dari celana wanita sangat beragam, mulai dari yang pendek super minim, terdapat sobekan pada bagian-bagiannya hingga celana super ketat yang memperlihatkan dengan jelas bentuk lekuk tubuhnya. Jelas hal ini mampu mengundang imajinasi laki-laki yang melihatnya, bahkan dapat membuat seseorang membayangkan seolah-olah wanita tersebut tidak mengenakan pakaian sama sekali.

Celana bukanlah syiar yang diajarkan Islam bagi para wanita muslimah, tetapi merupakan kebiasaan dari para wanita-wanita non muslim dalam berbusana. Islam melarang bagi setiap umat muslim, baik laki-laki maupun wanita, menyerupai orang-orang non muslim dalam berbagai hal, juga termasuk dalam berpakaian. Sahabat Ibnu Umar radhiallahu anhu pernah meriwayatkan sebuah hadits dari Rasulullah ﷺ, :

“… Ini adalah pakaian orang-orang kafir, maka janganlah kamu mengenakannya.” (HR. Muslim, An Nasa’i dan Ahmad)

Dari sahabat Ibnu Umar radhiallahu anhu beliau juga pernah meriwayatkan hadits yang lain dari baginda Nabi ﷺ, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad II/50, Abu Dawud no. 4031)

Larangan mengenakan celana bagi wanita muslimah tidak berlaku mutlak untuk semua keadaan. Wanita muslimah diperbolehkan mengenakan celana dalam dua keadaan.

Pertama, ketika dihadapan suaminya, asalkan celana itu tidak menyerupai celana laki-laki.

Kedua, ketika keluar rumah, asalkan dia mengenakannya untuk pakaian dalam dan mengenakan pakaian lagi di luarnya semisal rok yang lebar, sebab yang demikian lebih aman dari terbukanya aurat, terutama ketika menaiki kendaraan. Wallahu Ta’ala ‘Alam.

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 3, Abu Malik Kamal As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *