Lelaki pertama yang masuk islam
KISAH SAHABAT

Lelaki Pertama Yang Masuk Islam

Alomuslim.com – Lelaki Pertama Yang Masuk Islam Bukan Abu Bakar, bukan pula Utsman bin Affan apalagi Umar bin Khathab radhiallahu ‘anhumma, tetapi lelaki yang pertama membenarkan risalah Islam dan menyatakan beriman kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah Ali bin Abi Thalib. Ia merupakan putra dari paman Rasulullah, yaitu Abu Thalib, yang saat pertama kali menyatakan keimanannya masih berusia sepuluh tahun.

Diantara salah satu nikmat terbesar yang dikaruniakan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Ali adalah hidup langsung dibawah didikan Rasulullah dari semenjak sebelum datangnya Islam. Ketika orang-orang Quraisy mengalami krisis berkepanjangan, sedangkan ayah beliau, Abu Thalib mempunyai tanggungan anak-anak yang banyak, sehingga sangat kesulitan dalam mengurusinya.

Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, mengajak pamannya Al-Abbas, untuk membantu meringankan beban permasalahan keluarga Abu Thalib. Rasulullah berniat untuk mengambil satu orang anaknya untuk dibesarkan, sementara pamannya Al-Abbas juga mengambil satu orang anaknya untuk dibesarkan. Akhirnya Rasulullah bersama Al Abbas mendatangi rumah Abu Thalib untuk mengungkapkan maksud mereka.

Baca Juga : Begitu Mulianya Akhlak Islami

Abu Thalib-pun menyetujui keinginan Rasulullah dan Al Abbas, yang merupakan saudaranya juga, untuk mengambil anaknya. Tetapi ia berkata kepada mereka berdua untuk tidak mengambil anak tertuanya dan yang kedua, yakni Thalib dan Aqil. Kemudian Rasulullah memutuskan untuk mengambil Ali, sementara Al Abbas mengambil Ja’far. Ali merupakan anak yang paling kecil, sementara Ja’far adalah kakak diatasnya yang berbeda usia sepuluh tahun dengannya.

Masuk Islamnya Dan Menyatakan Keimanan

Setelah tinggal beberapa waktu di rumah Rasulullah dan membantu berbagai urusan keluarga beliau, dan ketika tiba wahyu pertama turun, Ali-pun langsung membenarkan dan menyatakan beriman dengan apa yang disampaikan Rasulullah. Padahal saat itu ia masih anak-anak dan baru berusia sepuluh tahun. Apabila setiap waktu shalat tiba, Ali menemani Rasulullah menuju sebuah lokasi yang dikenal dengan sebutan Syi’b, dengan sembunyi-sembunyi dan tanpa sepengetahuan ayahnya, paman-pamannya dan juga kaumnya.

Selama beberapa waktu, Ali selalu melakukan hal tersebut, serta ikut shalat bersama Rasulullah, hingga akhirnya Abu Thalib mendapati mereka sedang melakukan shalat lima waktu di tempat tersebut. Kemudian Abu Thalib bertanya perihal yang mereka kerjakan dan agama apa yang mereka peluk. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab, ‘Wahai pamanku ini adalah agama Allah, agama Malaikat-Nya, agama para Rasul-Nya dan agama bapak kita Ibrahim.’

Kemudian Rasulullah menyampaikan bahwa dirinya adalah seorang Rasul yang di utus Allah untuk seluruh hamba-Nya. Rasulullah mengajak pamannya tersebut untuk beriman kepada beliau, karena pamannya tersebut merupakan orang yang paling layak menerima dakwah Rasulullah dan mendukung beliau di dalamnya. Tetapi sangat disayangkan, pamannya Abu Thalib menolak dan tidak mau meninggalkan agama leluhurnya hingga penghujung usianya.

Meskipun demikian, Abu Thalib tetap mendukung dan melindungi Rasulullah dan berjanji tidak akan membiarkan ada seseorangpun yang berbuat jahat kepada beliau selagi dirinya masih hidup. Suatu kali Abu Thalib pernah bertanya kepada anaknya, Ali, ‘Anakku agama apakah yang engkau peluk?’ Ali dengan jelas menjawab, ‘Ayahanda, aku telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Aku membenarkan risalahnya, shalat bersamanya dan mengikuti beliau.’ Kemudian Abu Thalib berkata kepada Ali, ‘Jika ia menyerumu pada kebaikan, maka ikutilah dia.’

Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan banyak karunia kepada Ali, dan ia-pun tumbuh sebagai pemuda yang gagah berani, kokoh dalam keimanan serta cerdas dalam ilmu agama. Hingga pada akhir hidupnya, ia diangkat menjadi seorang khalifah yang memimpin selurh umat Islam yang sudah berkembang dan tersebar ke belahan dunia.

Referensi : Referensi : Sirah Nabawiyah, Ibnu Hisyam (Akbar Media : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *