macam-macam thawaf
DASAR ISLAM, HAJI

Macam-Macam Thawaf Dalam Ibadah Haji

Alomuslim.com – Macam-Macam Thawaf Ibadah haji memiliki empat rukun yang harus dikerjakan, yaitu Ihram, Thawaf, Sa’i dan Wuquf di Arafah. Jika salah satu dari keempat rukun tersebut tidak terpenuhi, maka hajinya batal atau tidak sah. Thawaf merupakan rukun kedua, dilakukan setelah jamaah haji menyelesaikan Ihram.

Secara etimologi, thawaf artinya mengelilingi sesuatu, sedangkan secara terminologi syari’at artinya mengelilingi ka’bah dengan cara-cara tertentu.

Macam-macam Thawaf Dan Pengertiannya

Thawaf yang disyari’atkan dalam pelaksanaan ibadah haji ada tiga. Berikut beberapa macam thawaf :

1. Thawaf Qudum

Thawaf Qudum biasa disebut dengan thawaf kedatangan atau thawaf tahiyyah (penghormatan), karena orang yang datang dari luar Makkah disyari’atkan untuk menghormati Ka’bah.

Hal ini disunnahkan bagi orang yang datang dari luar kota Makkah menurut mayoritas ulama, berdasarkan perbuatan Nabi  yang disebutkan dalam Hadits Jabir radhiallahu ‘anhu,

“Sehingga ketika kami sampai di Ka’bah, beliau  mencium Hajar Aswad, berlari-lari kecil tiga putaran dan berjalan biasa pada empat putaran berikutnya.” (HR. Muslim no. 1218)

Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha diriwayatkan bahwa pertama kali yang dilakukan Nabi  ketika sampai di Makkah adalah berwudhu, kemudian melakukan thawaf.

Tetapi bagi orang yang berangkat secara langsung dari miqat menuju Mina atau Arafah tanpa melalui (tidak singgah terlebih dahulu di Makkah), maka ia tidak disunnahkan untuk melakukan thawaf Qudum, juga bagi orang yang melakukan haji Tamattu’ setelah wuquf di Arafah, karena ketentuan thawaf Qudum hilang dengan pelaksanaan Wuquf di Arafah,

2. Thawaf Ifadah (Thawaf Rukun)

Thawaf Ifadhah biasa disebut dengan thawwaf ziarah. Thawaf ini termasuk rukun haji sesuai kesepakatan para ulama, dan jamaah haji tidak dapat melakukan tahallul akbar kecuali dengan melaksanakannya terlebih dahulu, serta tidak dapat digantikan dengan apapun. Keberadaannya sebagai salah satu rukun haji telah ditetapkan melalui Al Qur’an, Sunnah dan Ijma’ ulama.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala, berfirman :

“Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka, menyempurnakan nadzar-nadzar mereka dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).” (QS. Al Hajj : 29)

Dalam hadits ‘Aisyah radhiallahu ‘anha disebutkan bahwa Shafiyah binti Huyay melaksanakan haji bersama Rasulullah , kemudian mengalami haid. Nabi  bertanya, ‘Apakah ia menahan kita?’ Para sahabat menjawab, ‘Ia telah melaksanakan thawaf ifadhah.’ Rasulullah  bersabda, “Jika demikian, berarti tidak (tidak menahan).” (Al Mughni 3/440, Al Bada’ii 1/128, At Tahmid 6/133)

3. Thawaf Wada’ (Thawaf Perpisahan)

Thawaf ini juga disebut dengan thawaf shadar dan thawaf terakhir, ia merupakan salah satu kewajiban haji menurut mayoritas ulama, berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu, dia berkata,

“Manusia diperintahkan untuk melakukan thawaf pada akhir masa tinggalnya di Makkah, hanya saja hal itu boleh tidak dilakukan oleh wanita yang haid.” (HR. Bukhari no. 1755, Muslim no. 1327)

Dalam riwayat yang lain disebutkan, “orang-orang yang berhamburan pergi dari berbagai jalan selesai melaksanakan ibadah haji, kemudian Rasulullah bersabda, ‘Hendaknya setiap orang tidak meninggalkan (Makkah) sehingga dia melakukan thawaf di Ka’bah’.” (HR. Muslim no. 1327)

Wallahu Ta’ala ‘Alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *