makan atau shalat
DASAR ISLAM, SHALAT

Manakah Yang Didahulukan Antara Makan Atau Shalat ?

Alomuslim.com – Manakah Yang Didahulukan Antara Makan Atau Shalat ? Permasalahan ini mungkin bagi sebagian umat muslim belum banyak yang mengetahui hukumnya. Kalau mengenai shalat, setiap umat muslim tentu sudah sangat paham tentang hukumnya shalat yang lima waktu. Bahkan sebagian besar umat muslim menjaga waktu-waktu shalat yang lima waktu dengan mengerjakan di awal waktu secara berjamaah.

Sementara makan, ia merupakan sebuah kebutuhan pokok yang setiap makhluk hidup pasti membutuhkannya, termasuk manusia. Bagi umat muslim, makan merupakan sebuah ibadah yang juga memiliki keutamaan, apabila dimaksudkan untuk memberi kekuatan pada tubuh agar dapat menjalankan ibadah-ibadah utama lainnya secara maksimal. Bukan sekedar makan untuk menuruti hawa nafsunya, tentu hal tersebut dapat menggiring pada keburukan.

Lalu kenapa ada pertanyaan, manakah yang harus didahulukan antara makan atau shalat? mungkin sebagian orang menganggap pertanyaan ini cukup aneh, kenapa harus mengaitkan antara makan dengan shalat yang keduanya hampir tidak berhubungan. Sebenarnya hal ini sangat penting untuk dipahami oleh umat muslim.

Bahwa yang dimaksudkan dengan pertanyaan tersebut adalah ketika datang waktu shalat sementara makanan sudah dihidangkan, manakah yang harus didahulukan?

Tidak banyak umat muslim yang paham dengan hukum permasalahan ini. Sebagian besar dari mereka pasti lebih mendahulukan shalat dibandingkan makan. Karena shalat hukumnya fardhu ‘ain, yang apabila dikerjakan secara berjama’ah akan mendapatkan ganjaran hingga 27 derajat. Shalat memiliki keutamaan yang jauh lebih besar dari makan, terlebih lagi shalat merupakan bagian dari rukun Islam. Bahkan Rasulullah  mencontohkan untuk meninggalkan semua pekerjaan ketika panggilan shalat telah dikumandangkan.

Sementara, makan hanya mubah hukumnya, bisa menjadi wajib apabila dalam rangka menjaga yang halal dan menghindari yang haram. Makan hanya menjadi ibadah pendukung dari ibadah-ibadah lainnya. Terkadang juga makan menjadi amalan yang harus ditinggalkan bila disandingkan dengan ibadah lainnya, semisal puasa. Sehingga mereka berpendapat tidak ada alasan kuat untuk mendahulukan makan daripada shalat.

Makan dahulu baru shalat

Ternyata pendapat yang lebih mendahulukan shalat daripada makan adalah pendapat yang keliru. Karena menurut syariat Islam, justru makan harus didahulukan daripada shalat. Ketika makanan sudah dihidangkan maka makruh hukumnya bagi seseorang untuk meninggalkan makan, tetapi malah mendirikan shalat. Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu meriwayatkan dari Nabi , beliau bersabda :

“Jika makan malam telah tersedia dan iqamat dikumandangkan, maka dahulukanlah makan malam.” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat yang lain terdapat tambahan redaksi :

“Dan janganlah kalian tergesa-gesa dalam menyelesaikan makan kalian.” (HR. Bukhari)

Hadits diatas shahih dan dengan sangat jelas menyatakan bahwa makan makanan yang sudah dihidangkan lebih didahulukan daripada shalat. Tetapi apabila makanan tersebut belum ada atau belum dihidangkan pada saat masuk waktu shalat, atau juga sudah ada makanan yang dihidangkan tetapi ia sedang berpuasa, maka pada saat seperti itu shalatnya harus didahulukan. Salah satu hikmah dari perkara ini adalah agar shalat seseorang tidak terganggu dengan memikirkan makanan yang sudah dihidangkan.

Tetapi perkara ini tidak dapat dijadikan alasan bagi orang-orang yang dengan sengaja menghidangkan makanan ketika hendak masuk waktu shalat, agar dirinya bisa mendapatkan keringanan untuk tidak mengerjakan shalat berjamaah. Sungguh Allah Maha Tahu segala yang ada dalam hati manusia.

Wallahu Ta’ala ‘Alam.

Referensi : Al Lu’lu wal Marjan, Muhammad Fuad Abdul Baqi (Ummul Qura : 2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *