Jangan Makan Dan Minum Dengan Tangan Kiri

makan dan minum dengan tangan kiri

Jangan Makan Dan Minum Dengan Tangan Kiri – Sebagian besar umat muslim masih menganggap remeh perkara mengenai makan dengan menggunakan tangan kiri. Sedikit banyak, budaya masyarakat non Islam telah memberikan pengaruh terhadap perilaku tersebut.

Dalam peradaban masyarakat non muslim memang tidak diajarkan mengenai adab makan dengan menggunakan tangan kanan, karena menurut mereka makan dengan tangan kanan ataupun kiri tidak ada bedanya. Namun tidak demikian dengan peradaban masyarakat Islam.

Syariat Islam secara tegas melarang umatnya makan dengan menggunakan tangan kiri. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari sahabat Ibnu Umar radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda :

“Jangan sekali-sekali salah seorang dari kalian makan dengan tangan kirinya dan jangan pula minum dengan tangan kirinya, karena sesungguhnya setan itu makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi)

Baca Juga : Jangan Mencela Makanan

Dalam hadits yang hampir senada, dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu¸ Rasulullah ﷺ juga bersabda :

“Hendaklah setiap kalian makan dengan tangan kanannya, minum dengan tangan kanannya, mengambil dengan tangan kanannya, dan memberi dengan tangan kanannya, karena sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya, minum dengan tangan kirinya, memberi dengan tangan kirinya dan mengambil dengan tangan kirinya.” (HR. Ibnu Majah)

Mungkin keterangan dari hadits tersebut, bagi sebagian umat muslim, dianggap terlalu membatasi urusan pribadinya. Adapula sebagian yang mempertayakannya, memang apa mudharat (keburukan)nya ketika makan dengan tangan kiri? Sebagai umat muslim, sudah seharusnya kita menerima apapun yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya, baik perintah maupun larangan, untuk bersikap taat dan patuh. Seorang muslim tidak selayaknya mempertanyakan atau mendebat perintah yang telah jelas disampaikan, meskipun akal kita tidak mampu menjangkaunya.

Lalu bagaimana dengan orang yang sudah terbiasa makan dengan tangan kiri? Tetap tidak ada keringanan atasnya, dia harus mengubah kebiasaannya tersebut, dan jangan menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak mungkin. Sebagaimana hadits yang dirwayatkan dari sahabat Salamah bn al-Akwa’ radhiallahu anhu :

“Bahwa ada seorang laki-laki makan di hadapan Rasulullah dengan tangan kirinya, maka beliau bersabda, ‘Makanlah dengan tangan kananmu.’ Dia menjawab, ‘Saya tidak bisa.’ Beliau bersabda, ‘Semoga kamu tidak bisa.’ Dia tidak mau hanya karena sombong. Salamah berkata, ‘Akhirnya dia benar-benar tidak bisa mengangkat tangan kanannya ke mulutnya’.” (HR. Muslim)

Umat muslim harus berani mengambil sikap ketika lingkungannya tidak mendukung atau bahkan mempersulit dirinya untuk mengamalkan syariat agamanya. Seperti ketika makan di sebuah restoran, yang cara makannya menggunakan pisau di tangan kanan dan garpu di tangan kiri, dia harus berani meninggalkan perilaku tersebut meskipun orang disekitarnya akan memandang rendah dirinya. Karena menegakkan perintah Allah dan Rasul-Nya lebih utama dari pada menuruti pandangan orang-orang disekitarnya.

Semoga Allah berikan kekuatan kepada kita untuk selalu mengamalkan apa yang telah diperintahkan dan menjauhkan dari apa yang dilarang-Nya. Allahumma aamiin.

Referensi :

  • Shahih At Targhib wa At Tarhib, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani (Darul Haq : 2015)
  • Riyadhus Shalihin, Imam An Nawawi (Darul Haq : 2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *