Makanan Yang Diharamkan Menurut Syariat
DASAR ISLAM, MAKANAN

Makanan-Makanan Yang Diharamkan Menurut Syariat

Alomuslim.com – Makanan, menurut ahli fikih memiliki makna segala sesuatu yang bisa dimakan dan diminum. Pada dasarnya, semua makanan hukumnya adalah halal sampai ada dalil yang menunjukkan keharamannya. Terdapat beberapa makanan yang diharamkan berdasarkan dalil dalam Al Qur’an, seperti yang difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala,

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh yang ditanduk, yang diterkan binatang buas, kecuali yang kamu sempat menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala..” (QS. Al Ma’idah : 3)

Beberapa Makanan Yang Diharamkan Menurut Syariat

1. Bangkai dengan segala jenisnya

Yang dimaksud dengan bangkai yakni, semua binatang yang mati secara tidak wajar, tanpa dibunuh atau disembelih secara syar’i, diantaranya :

  • Binatang yang mati karena tercekik
  • Binatang yang mati karena dipukul dengan benda keras atau sejenisnya
  • Binatang yang mati karena jatuh dari tempat ketinggian
  • Binatang yang mati karena ditanduk binatang lain
  • Binatang yang mati karena terkaman binatang buas dan pemangsaannya

Jika salah satu dari binatang-binatang ini ditemukan masih dalam keadaan hidup kemudian disembelih, maka hukumnya halal berdasarkan keterangan ayat diatas.

2. Darah yang mengalir

Tidak dihalalkan memakan darah yang dialirkan, adapun darah  yangsedikit, seperti darah yang berada di leher hewan sembelihan yang tidak mungkin dihilangkan, hukumnya tidak apaapa (dimaafkan) untuk dikonsumsi Bersama dagingnya.

Pengecualian darah yang diharamkan yakni hati dan limpa (empedu), seperti yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi was sallam,

“Dihalalkan bagi kita dua bangkai dan dua darah. Dua bangkai itu adalah bangkai ikan dan bangkai belalang. Sedangkan dua darah itu adalah hati dan limpa (empedu).” (shahih. HR. Ibnu Majah no. 3314, Ahmad no. 5690, dan selainnya)

3. Daging Babi

Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama tentang haramnya babi, baik dagingnya, lemaknya maupun seluruh bagian yang ada didalamnya. Tidak pantas bagi seorang muslim mempertanyakan alasan status keharaman babi, seperti yang banyak dilakukan oleh umat muslim sekarang ini. Cukuplah seorang muslim itu beriman dengan yang Allah perintahkan, tanpa harus mengetahui apa sebabnya.

4. Hewan yang disembelih dengan menyebut selain nama Allah

Tidak boleh memakan daging binatang hasil sembelihan orang-orang musyrik, atheis maupun orang yang murtad. Adapun sembelihan dari orang Nasrani dan Yahudi, masih boleh dikonsumsi oleh umat muslim selama tidak diketahui secara pasti kalau mereka menyebut nama selain Allah ketika menyembelih.

5. Sembelihan untuk selain Allah

Misalnya makanan yang dipersembahkan untuk sesaji di kuburan, laut gunung, pohon atau tempat-tempat mistis lainnya. Yang seperti ini banyak dilakukan oleh sebagian suadara kita ketika melakukan ritual sedekah laut, sedekah bumi atau perayaan-perayaan lainnya, yang mana makanan-makanan yang mereka buat dipersembahkan untuk dewa-dewi, penjaga laut, penjaga pohon dan yang sejenisnya.

Demikian beberapa jenis makanan yang diharamkan berdasarkan dalil dari Al Qur’an. Semoga kita bisa menghindari untuk mengkonsumsi makanan-makanan tersebut.

Wallahu a’lam.

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 2, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *