Makna Dan Konsekuensi Dua Kalimat Syahadat

Makna Dan Konsekuensi Dua Kalimat Syahadat – Dua kalimat Syahadat yang dimaksud adalah asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadan rasulallah (أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا رسول الله) yang berarti bahwa  Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad  adalah utusan Allah. Merupakan sebuah kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusannya.

Kedudukan Kalimat La Ilaha Ilallah

Islam memposisikan kalimat tauhid La Ilaha Ilallah pada posisi yang agung dan mulia. Hal ini dikarenakan beberapa alasan berikut:

1. Kalimat ini merupakan kewajiban pertama seorang Muslim. Siapa saja yang mau masuk Islam, maka wajib baginya untuk meyakini kalimat ini dan mengikrarkannya. Sebagaimana sabda Nabi Saw.

بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

“Islam dibangun atas lima hal. Pertama adalah syahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, kedua adalah mendirikan shalat, ketiga adalah membayar zakat, keempat adalah haji dan kelima adalah puasa Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari, no 8)

2. Siapapun yang mengikrarkannya dengan penuh keyakinan dan keikhlasan karena Allah, maka dia akan selamat dari siksaan api neraka. Sebagaimana Nabi Muhammad Sawbersabda: “Sesungguhnya Allah melarang api neraka untuk melahap siapa saja yang mengatakan. ‘La ilaha illallah (tiada Tuhan selain Allah) dengan penuh keikhlasan.” (HR. Al-Bukhari, no. 415)

3. Barangsiapa yang meninggal dan hatinya meyakini kalimat ini dengan penuh keimanan, maka dia akan masuk surga. Nabi Saw bersabda:

مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنْ لَا إِلَهَ اِلَّا اللهَ دَخَلَ الْجَنَّةَ

 “Barangsiapa yang mati dan dia tahu (meyakini) bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, maka dia akan masuk surga.” (HR. Ahmad, no. 464)

Karenanya, memahami makna La Ilaha illallah adalah kewajiban yang paling utama dan paling penting.

Sumber: Shahih al-Bukhari.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may like