Makna “Mampu” Dalam Pelaksanaan Ibadah Haji – Alomuslim

Makna “Mampu” Dalam Pelaksanaan Ibadah Haji

makna mampu dalam melaksanakan ibadah haji

Makna “Mampu” Dalam Pelaksanaan Ibadah Haji – Ibadah haji memiliki ketentuan dan syarat wajib yang harus dipenuhi oleh seseorang yang hendak menunaikan ibadah tersebut. Syarat wajib haji merupakan sifat-sifat yang harus dipenuhi dan barangsiapa tidak memenuhi salah satu syaratnya, maka dia belum wajib menunaikannya.

Diantara syarat tersebut adalah Islam, Berakal, Baligh, Merdeka dan Mampu. Ibnu Qudamah rahimahullah dalam kitab Al Mughni berkata : “Kami tidak melihat adanya perbedaan pendapat mengenai lima perkara tersebut.”

Makna Mampu Dalam Ibadah Haji

Tentunya membutuhkan waktu yang banyak dan penjelasan yang panjang untuk menjabarkan syarat-syarat wajib tersebut. Akan disampaikan pembahasan mengenai syarat wajib haji dalam tulisan berikutnya, insyaa Allah. Tulisan kali ini lebih difokuskan untuk memahami makna kata “Mampu” dalam perintah ibadah haji. Kemampuan yang yang dimaksud dan menjadi syarat wajib ketika melaksanakan ibadah haji dapat dipenuhi dengan beberapa hal berikut :

1. Kondisi Badan Yang Sehat Dan Bebas Dari Berbagai Penyakit

Hal tersebut berdasarkan hadits dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu, bahwa seorang wanita dari Khats’am berkata, : “Wahai Rasulullah , bapakku memiliki kewajiban haji pada saat dia sudah sangat tua dan tidak dapat menanggung beban perjalanan haji, apakah aku bisa menghajikannya?” Beliau menjawab, “Tunaikanlah haji untuknya (menggantikannya).” (HR. Bukhari No. 1855, Muslim No. 1334)

Baca Juga : Berhaji Jika Mampu ?

Barangsiapa telah memenuhi seluruh syarat haji, tetapi dia menderita penyakit kronis atau lumpuh, maka dia tidak wajib melaksanakan haji, sesuai kesapakatan ulama.

2. Memiliki Perbekalan Yang Cukup Selama Melaksanakan Ibadah

Hal tersebut berdasarkan hadits dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu, bahwa seorang wanita dari Khats’am berkata, : “Wahai Rasulullah , bapakku memiliki kewajiban haji pada saat dia sudah sangat tua dan tidak dapat menanggung beban perjalanan haji, apakah aku bisa menghajikannya?” Beliau menjawab, “Tunaikanlah haji untuknya (menggantikannya).” (HR. Bukhari No. 1855, Muslim No. 1334)

Barangsiapa telah memenuhi seluruh syarat haji, tetapi dia menderita penyakit kronis atau lumpuh, maka dia tidak wajib melaksanakan haji, sesuai kesapakatan ulama.

3. Amannya Perjalanan

Ini meliputi aman bagi jiwa dan harta pada saat menunaikan ibadah haji, karena kategori mampu tidak lepas dari kondisi ini.

Referensi : Shahih Fikih Sunnah, Abu Malik Kamal bin As Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *