Mana Yang Benar, Zakat Fitrah Atau Zakat Fitri ?

zakat fitrah atau zakat fitri

Zakat Fitrah Atau Zakat Fitri ? – Para ulama telah bersepakat bahwa zakat fitrah atau zakat fitri hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim yang memiliki kemampuan ataupun kelebihan bahan makanan pada saat waktu pelaksanaan zakat fitrah atau zakat fitri. Namun, ketika para ulama telah bersepakat dalam hukum, bagaimana dengan istilah penyebutannya, apakah penyebutannya yang lebih tepat untuk digunakan, zakat fitrah atau zakat fitri?

Apakah Istilah Yang Benar : Zakat Fitrah Atau Zakat Fitri ?

Sebagian umat muslim ada yang menyalahkan penggunaan istilah zakat fitrah karena  tidak berkesusaian dengan makna istilah dari disyariatkan zakat ini berdasarkan beberapa keterangan hadits berikut. Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhu, beliau mengatakan :

Baca Juga : Harta Yang Wajib Dibayarkan Zakatnya 

“Rasulullah memerintahkan untuk menunaikan zakat fitri sebelum berangkatnya kaum muslimin menuju lapangan untuk shalat hari raya.” (HR. Muslim no. 986)

Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu, beliau mengatakan :

“Rasulullah mewajibkan zakat fitri, sebagai penyuci orang yang berpuasa dari perbuatan yang menggugurkan pahala puasa..” (HR. Abu Dawud no. 1611)

Berdasarkan keterangan hadits diatas, keduanya menggunakan penyebutan dengan istilah zakat fitri, tidak menggunakan kata zakat fitrah, sehingga tidak dibenarkan mengganti penyebutan zakat fitri dengan zakat fitrah. Alasan lainnya adalah, secara bahasa penggunaan istilah zakat fitrah tidak tepat, karena zakat yang harus ditunaikan pada akhir bulan Ramadhan ini merupakan zakat berbentuk makanan (fithri), bukan dengan selainnya.

Hanya saja sebagian ulama membolehkan menamakan zakat ini dengan zakat fitrah, karena keduanya memiliki kesamaan makna. Zakat fitrah bermakna zakat untuk badan atau jiwa. Kata fitrah dimaknai dengan asal penciptaan, yang menjadi sifat seorang bayi ketika dilahirkan dari ibunya. Sebagaimana pernyataan Ibnu Qutaibah yang menjelaskan bahwa, “Dinamakan zakat fitrah karena zakat ini adalah zakat untuk badan dan jiwa.”

Baca Juga : Dosa Besar Tidak Membayar Zakat 

Sementara itu dalam hasyiyah Ibnu Abidin dinyatakan, “Istilah zakat fitrah terdapat dalam riwayat istilah Imam Syafi’i dan ulama yang lainnya, dan istilah ini benar ditinjau dari sisi bahasa. Meskipun tidak kami jumpai adanya dalil tentang hal ini. Dalam Tahrir An-Nawawi dinyatakan bahwa istilah zakat fitrah adalah istilah turunan. Barangkali berasal dari kata fitrah yang artinya ‘al-Khilqah’ yang artinya jiwa. Abu Muhammad  Al-Abhar mengatakan, makna zakat fitrah adalah zakat khilqah karena merupakan zakat bagi badan.”

Sehingga berdasarkan pendapat ulama tersebut, penyebutan istilah zakat fitrah dibolehkan karena pada hakikatnya zakat ini adalah zakat untuk badan setiap muslim, baik yang berpuasa maupun tidak. Wallahu ‘alam.

Referensi : konsultasisyariah, Ammi Nur Baits

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *