Melakukan Shalat Jenazah
DASAR ISLAM, KEMATIAN DAN JENAZAH

Apa Yang Dibaca Pada Saat Melakukan Shalat Jenazah?

Alomuslim.com Shalat jenazah memiliki perbedaan tata cara yang sangat jelas dengan beberapa shalat lainnya, yakni karena tidak adanya ruku’ dan sujud dalam shalat jenazah. Lantas ketika tata caranya berbeda, apakah doa yang dibacakan juga berbeda?

Berikut penjelasan mengenai apa yang dibaca ketika shalat jenazah.

1. Apakah membaca doa Iftitah?

Mayoritas ulama dalam hal ini berpendapat bahwa doa iftitah dalam shalat jenazah tidak disyariatkan, demikian halnya dengan madzhab Syafi’iyah dan Hanabilah mengatakan, ‘Shalat jenazah itu harus bertakbir, lalu membaca taawudz dan qira’ah.’ Dalam perkataan tersebut tidak dikatakan adanya doa iftitah.

2. Surat Al Fatihah

Dalam hal ini terdapat dua kelompok pendapat :

Pertama, membaca surah Al Fatihah dalam shalat jenazah hukumnya wajib, demikian mdzhab Syafi’i, Ahmad, Ishaq, Abu Daud sesuai dengan perkataan Ibnu Abbas dan Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu. Salah satu dalilnya :

Dari Abu Umamah, ia berkata, yang dicontohkan Nabi dalam shalat jenazah adalah, beliau membaca surat Al Fatihah dengan sirri (pelan) setelah takbir pertama, lalu tiga kali takbir dan salam setelah takbir terakhir. (shahih. HR An-Nasa’i 4/75, Abdurrazaq 6428, al-Baihaqi 4/30)

Kedua, dalam shalat jenazah tidak ada satu bagianpun untuk membaca Al Qur’an. Ini adalah pendapat Abu Hanifah, Malik, Ats-Tsauri, Al Auza’i yang diambil dari perkataan Ibnu Umar dan Ubdah bin Shamit. Salah satu dalilnya adalah bahwa Ibnu Umar tidak membaca apapun saat melaksanakan shalat jenazah. (shahih. HR. Ibnu Abi Syaibah 11404)

3. Shalawat Nabi

Setelah takbir kedua, disunnahkan untuk membaca shalawat atas Nabi, berdasarkan hadits dari Abu Umamah, bahwa seorang laki-laki dari sahabat Nabi mengabarkan; disunnahkan dalam shalat jenazah adalah imam bertakbir, kemudian membaca Al Fatihah secara sirri, lalu bershalawat atas Nabi dan mendoakan si mayit setelah takbir yang ketiga dengan penuh ikhlas, dan diantara keduanya tidak ada bacaan apapun, lalu salam dengan suara pelan. (Al Umm, Asy-Syafi’i I/270 dan Al Baihaqi 4/39)

Adapun redaksi shalawat yang paling lengkap yang dapat dibaca seperti pada bacaan ketika tasyahud.

4. Doa untuk si Mayit

Disunnahkan setelah takbir ketiga mendoakan si mayit dengan ikhlas. Diantara doa yang bisa dibaca :

Allaahummaghfirlahu warhamhu waa‘afihi waa’fu’anhu wa akrim nuzulahu wa was si’mudkhalahu waghsilhu bilma’i wats tsalji wal baradi wan naqihi minal khathaayaa kamaa naqqaytats tsaubal abyadha minad danasi wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlankhairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi wa adkhilhu l jannata wa a’idzhu min adzaabil qabri aw min adzaain naar

“Ya Allah, ampunilah ia, kasihilah ia, selamatkan dan maafkanla ia. Muliakanlah saat turunnya, luaskanlah kuburannya, mandikanlah ia dengan air, salju dan embun, bersihkanlah esalahan darinya seperti baju putih yang dibersihkan dari kotoran, gantikanlah rumah yang lebih baik dari rumahnya, istri yang lebih baik dari istrinya, masukanlah ia ke dalam surge, lindungilah dari adzab kubur, atau adzab neraka.” (HR. Muslim)

Doa ini dikhususkan untuk mayit laki-laki, sementara untuk mayit perempuan dapat disesuaikan dengan mengganti lafadz dhamir (kata ganti)“hu”(untuk laki-laki) menjadi “ha” (untuk perempuan), contoh seperti Allaahummaghfirlahu menjadi Allaahummaghfirlaha dan seterusnya.

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 1, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *