melempar jumrah
DASAR ISLAM, HAJI

Penjelasan Mengenai Melempar Jumrah Di Mina

Alomuslim.com – Jumrah berasal dari kata Jamaraat atau jimaar artinya batu-batu kecil. Bentuk tunggal dari kata tersebut adalah Jamrah artinya kerikil. Menurut para ulama, melempar jumrah hukumnya adalah wajib dan tidak boleh ditinggalkan. Barangsiapa yang tidak melakukannya, maka dikenakan dam menurut mereka.

Adapun dalil yang mewajibkannya yakni, hadits dari Jabir, dia berkata, ‘Aku menyaksikan Nabi shallallahu alaihi wa sallam melempar umrah dari atas hewan tunggangannya pada hari Nahr, dan bersabda ;

“Hendaklah kalian mengambil manasik haji kalian dariku, sesungguhnya aku tidak mengetahui, barangkali aku tidak akan sempat melakukan haji lagi setelah hajiku ini.” (HR. Muslim no. 1297, An-Nasa’i no. 3062, Abu Dawud no. 1970)

Posisi Melempar Jumrah Dan Jumlahnya

Tempat melempar jumrah di Mina ada tiga :

1. Jumrah Aqabah/kubra

Jumrah Aqabah/kubra, adalah Jumrah pertama dari arah Mekah dan berada disisi kiri orang yang memasuki Kawasan Mina.

2. Jumrah Wustha

Jumrah Wustha, adalah Jumrah yang terletak setelah Jumrah Aqabah ke arah Muzdalifah.

3. Jumrah Shughra

Jumrah Shughra, adalah yang terletak paling dekat dengan masjid Khaif di Mina.

Dianjurkan ketika melakukan Jumrah agar menggunakan kerikil sebesar khadzaf (kerikil seukuran buah buncis), atau maksudnya adalah seukuran kacang. Ada juga yang mengatakan lebih besar dari khumus dan lebih kecil dari kemiri. Dalam hadits Jabir disebutkan,

“…kemudian beliau melewati jalan tengah yang menuju Jumrah Kubra di dekat pohon, kemudian beliau melemparnya tujuh kali lemparan dengan kerikil -pada setiap lemparan beliau mengucapkan takbir- seperti kerikil khadzaf…” 

Beliau menyiapkan kerikil di telapakn tangannya dan bersabda :

“Lemparlah seperti mereka melaukannya, dan janganlah kalian berlebih-lebihan dalam hal agama, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa karena mereka berlebih-lebihan dalam perkara agama.” (shahih. HR. An-Nasa’i 5/268, Ibnu Majah no. 3029 dan Ahmad 1/215 dan no. 347)

Lalu apa yang bisa dikatakan kepada sebagian orang-orang yang melempar Jumrah dengan menggunakan sandal?! Ya Allah, luruskanlah perkara kaum muslimin dan ajarilah kami Sunnah Nabi-Mu yang mulia. Allaahumma aamiin.

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 2, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *