Memahami Hakikat Dan Kedudukan Tauhid
DASAR ISLAM, KEIMANAN

Memahami Hakikat Dan Kedudukan Tauhid

Alomuslim.com – Tidak sedikit kaum muslimin yang belum memahami makna tauhid, karena pada hari ini sebagian besar umat muslim disibukkan oleh perdebatan seputar perbedaan hukum fikih, atau cara beribadah. Atau yang lebih buruk, mereka sudah tidak lagi memperdulikan kehidupan beragamanya, karena tersibukkan dengan mengejar dunia. Sehingga ilmu tauhid menjadi asing, bahkan ditengah umat muslim.

Hakikat Tauhid

Tauhid merupakan dasar agama, permulaan dan akhir agama ini, ia adalah tujuan dari para Rasul diutus kepada umat manusia serta kitab-kitab suci diturunkan. Sementara cabang ilmu yang lainnya, hanya menjadi pelengkap bagi manusia dalam menjelaskan cara beribadah kepada Allah Azza wa Jalla. 

Menurut bahasa, kata tauhid memiliki arti menunggalkan atau mengesakan sesuatu. Sementara menurut istilah syar’i, tauhid adalah mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan apa-apa yang khusus bagi-Nya, dalam perbuatan, peribadatan dan nama serta sifat-Nya.

Tauhid ini tak lain merupakan makna dari kalimat Laa ilaha illallaah, dan ia merupakan perkara yang didakwahkan para Rasul dari yang pertama hingga terakhir, agar manusia hanya beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meniadakan sekutu bagi apa-apa yang menjadi kekhususan Allah. Misalnya, meyakini ada sesuatu selain Allah yang mampu mengetahui hal ghaib, memberikan rezeki, atau menyembuhkan penyakit.

Kedudukan Tauhid

Allah menciptakan seluruh makhluk yang ada di langit dan bumi, termasuk juga jin dan manusia, hanya untuk beribadah kepada-Nya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku”. (QS. Adz-Dzariyat : 56)

Ayat tersebut jelas menerangkan bahwa tujuan manusia diciptakan hanyalah untuk beribadah kepada Allah, bukan yang lainnya. Oleh karena itu, seorang muslim harus berusaha keras mewujudkan tujuan tersebut. Seorang muslim harus memurnikan setiap ibadah yang dikerjakan hanya untuk Allah, terbebas dari menyekutukan-Nya atau mempersembahkan untuk selain-Nya. Karena hal tersebut akan menyelisihi tujuannya diciptakan.

Disinilah letak kedudukan tauhid yang sangat agung serta yang paling utama, tidak hanya bagi seorang muslim tetapi bagi kehidupan seluruh manusia. Dimana setiap manusia harus membersihkan dirinya dari hal-hal yang bersifat materialisme, bermain-main dan kesenangan dunia yang menipu, hingga hanya mengerahkan seluruh waktu dan tenaganya untuk mencapai tujuan dalam beribadah kepada Allah. Yang dengannya akan menyelamatkan orang tersebut dari adzab dan siksa di Neraka.

Referensi : Syarah Kitab Tauhid, Yazid bin Abdul Qadir Jawas (Pustaka Imam Asy Syafi’i : 2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *