membersihkan najis harus dengan air
BERSUCI, DASAR ISLAM

Apakah Membersihkan Najis Harus Dengan Air ?

Alomuslim.com –  Apakah Membersihkan Najis Harus Dengan Air ? Para ulama berbeda pendapat mengenai perkara ini, dan pedapat para ulam terbagi menjadi dua kelompok yang sudah masyhur, yaitu :

1. Pendapat Kelompok Pertama

Membersihkan najis harus dengan air

Pendapat dari kelompok pertama ini menyebutkan untuk membersihkan najis disyaratkan harus dengan air, dan tidak boleh dengan yang lainnya, kecuali ada dalil yang mendasarinya.

Adapun yang menjadi dalil dari kelompok yang pertama adalah firman Allah,

“Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikanmu dengan hujan itu.” (QS. Al Anfaal : 11)

Kemudian mereka juga berpendapat dengan dalil hadits dari Nabi  yang menyiram dengan air pada bekas kencing seorang A’rabi yang buang air kecil di masjid Nabawi. Mereka mengatakan, ‘Perintah ini menunjukkan kewajiban, maka bisa dimengerti bahwa menghilangkan najis tidak sah dengan selain air.’

Sementara Asy Syaukani, sebagai salah seorang yang mendukung pendapat kelompok ini mengatakan, ‘Air merupakan hukum asal dalam mensucikan suatu najis, karenanya bersuci dengan selain air adalah sesuatu yang tidak diperbolehkan kecuali ada ketetapan lain mengenai hal itu dari syariat, jika tidak, maka hukumnya tetap tidak diperbolehkan, karena menyimpang dari apa yang sudah maklum kesuciannya kepada yang belum diketahui kesuciannya, maka hal ini keluar dari apa yang terkandung dalam ketetapan syariat.’

2. Pendapat Kelompok Kedua

Sahnya bersuci dengan apa saja tanpa harus dengan air

Pendapat kelompok kedua menyatakan bolehnya menggunakan apa saja tanpa harus menggunakan air, dan pendapat inilah yang dikuatkan oleh para ulama. Diantara perincian pendapat mereka adalah sebagai berikut

  • Sifat air adalah suci, namun tidak menghalangi yang lain untuk memiliki kesucian yang sama, hal ini seperti yang ada dalam sebuah kaidah, ‘Tidak adanya sebab tertentu tidak mengharuskan untuk menghilangkan penyebabnya, baik ada dalil tertentu atau tidak ada dalil tertentu.’
  • Syariat memerintahkan untuk membersihkan najis dengan air pada permasalahan tertentu, dan tidak memerintahkan dengan bentuk perintah secara umum ; bahwa hendaknya membersihkan najis dengan menggunakan air.
  • Syariat telah mengizinkan untuk membersihkan sebagian najis tanpa menggunakan air ; seperti istijmar (membersihkan najis dengan menggunakan batu), menggosokan sandal pada tanah, membersihkan kain-kain wanita yang menyentuh tanah dengan tanah yang lain, dan lain sebagainya.

Hikmah dari permasalah ini adalah bahwa barangsiapa yang pakaiannya atau badannya terkena najis, kemudian membersihkannya dengan saran pembersih yang suci, selain air, untuk menghilangkannya, maka hal ini dianggap sah, dan tidak ada kewajiban mencucinya lagi dengan air.

Wallahu a’lam.

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 1, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *