Apakah Boleh Memejamkan Mata Ketika Shalat?

memejamkan mata ketika shalat

Alomuslim.com – Sebagian kaum muslimin ketika berdiri di dalam shalatnya, mereka memejamkan mata dengan alasan agar dapat khusyu dalam shalatnya. Pendapat mereka ini tidak mengutip satupun dalil shahih dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, hanya pernyataan pribadi mereka saja. Tetapi apakah karena tidak adanya dalil shahih, lantas memejamkan mata ketika shalat menjadi terlarang secara mutlak?

Ketahuilah terlebih dahulu apa yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika beliau berdiri dalam shalatnya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata :

“Bahwa apabila Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengerjakan shalat beliau (pada awalnya) mengarahkan pandangannya ke langit, maka turunlah firman Allah; ‘Merekalah orang-orang yang khusyu’ dalam shalat mereka.’ Lantas beliau menundukkan kepala beliau.” (shahih. HR. Al Hakim 2/393, al-Baihaqi 2/283)

Dalam riwayat lain disebutkan ;

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam masuk ke dalam Ka’bah, beliau tidak sedikitpun memalingkan pandangan dari tempat sujudnya hingga beliau keluar dari Ka’bah.” (shahih. HR. al-Hakim 1/479, al-Baihaqi 5/158)

Dua hadits diatas dan terdapat beberapa riwayat lainnya yang tidak kami sebutkan, menunjukkan bahwa ketika berdiri dalam shalat, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengarahkan pandangan matanya ke tempat sujud beliau. Dan ini merupakan sunnah yang sangat ditekankan dalam shalat.

Al Hafizh Ibnu Hajar memberikan rincian, ia berkata, ‘Bisa jadi ada perbedaan antara imam dan makmum, dimana seorang imam disenangi memandang ke arah tempat sujudnya. Demikian pula dengan makmum, kecuali jika makmum merasa perlu memperhatikan -gerakan shalat- imamnya. Adapun orang yang shalat sendiri hukumnya sama dengan imam.’

Lalu, bagaimana hukum memejamkan mata ?

Imam Ibnu Qayyim menyebutkan, “Bukan termasuk sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam, memejamkan mata ketika shalat.” (zaadul ma’ad 1/283)

Tetapi kemudian Imam Ibnu Qayyim menambahkan pernyataannya :

“Kesimpulan yang benar, jika membuka mata (ketika shalat) tidak mengganggu kekhusyuan maka ini yang lebih afdhal. Tetapi jika membuka mata bisa mengganggu kekhusyuan, karena di arah kiblat (atau ditempat sujud -ed) ada gambar ornamen hiasan, atau pemandangan lainnya yang mengganggu konsentrasi hatinya, maka dalam kondisi ini tidak makruh memejamkan mata. Dan pendapat yang menyatakan dianjurkan memejamkan mata karena banyak gangguan sekitar, ini lebih mendekati prinsip ajaran syariat dari pada pendapat yang memakruhkannya.” (zaadul ma’ad 1/283)

Maka jika seseorang memejamkan mata karena adanya gangguan di arah pandangannya dan untuk menghindari gangguan itu, hal tersebut dibolehkan selama ia tidak memejamkan mata sepanjang shalatnya. Tetapi apabila memejamkan mata dengan anggapan dapat membuatnya lebih khusyu, padahal didepannya tidak ada gangguan, maka yang seperti ini merupakan sikap berhati-hati yang berlebihan dan bisa dihukumi makruh. Wallahu a’lam.

Referensi :

  • Sifat Shalat Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani (Griya Ilmu : 2016)
  • Memejamkan Mata Ketika Shalat, Ammi Nur Baits
0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like