Meminta Perlindungan
DASAR ISLAM, KEIMANAN

Meminta Perlindungan Kepada “Penghuni” Tempat Angker

Alomuslim.com – Pernahkah anda melewati sebuah tempat yang dianggap angker, kemudian mengucapkan semacam kata-kata permisi yang ditujukkan kepada ‘penghuni ghaib’ ditempat tersebut? Atau meminta perlindungan kepada ‘penghuni ghaib’ ditempat tersebut agar tidak mengganggu anda?

Ketahuilah, bahwa yang anda lakukan tersebut dan berbagai bentuk perbuatan meminta pertolongan atau perlindungan kepada selain Allah, merupakan perbuatan syirik. Maka bersegeralah anda bertaubat dan berjanji pada diri anda agar tidak mengulanginya lagi.

Perhatikanlah firman Allah berikut ini :

“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki diantara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki diantara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS. Al Jin : 6) 

Dalam ayat tersebut, Allah hendak memberitahukan bawha ada diantara manusia yang meminta perlindungan kepada jin agar merasa aman dari apa yang mereka khawatirkan, akan tetapi jin itu justru menambah dosa dan rasa khawatir bagi mereka karena mereka tidak minta perlindungan kepada Allah. Dengan demikian ayat ini menjelaskan bawhwa meminta perlindungan kepada selain Allah termasuk perbuatan syirik.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada umatnya, apa yang harus dilakukan ketika melewati atau berdiam di tempat yang dianggap angker. Beliau bersabda :

“Barangsiapa singgah di suatu tempat, lalu berdoa ; ‘A’uudzu bikalimaatillaahit tammaati min syarri maa khalaq (Aku berlindung dengan Kalimat [kalam] Allah Yang Maha Sempurna dari segala makhluk yang Dia ciptakan), maka tidak ada sesuatu pun yang akan membahayakan dirinya sampai dia beranjak dari tempatnya itu.” (HR. Muslim)

Maka sebagai seorang muslim, sangat tidak pantas ketika melewati atau berdiam di suatu tempat yang dianggap angker, dia meminta perlindungan kepada makhluk yang dianggap sebagai ‘penghuni’ di tempat tersebut. Selain perbuatan itu tidak akan dapat menolongnya, yang lebih buruknya perbuatan tersebut termasuk kesyirikan. Allahu yahdik.

Referensi : Kitab Tauhid, Syaikh Muhammad at-Tamimi (Yayasan Ibnu Abbas : 2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *