DASAR ISLAM, KEMATIAN DAN JENAZAH

Beberapa Hal Yang Harus Diperhatikan Seputar Mengkafani Jenazah

Alomuslim.com –  Hal Yang Harus Diperhatikan Seputar Mengkafani Jenazah Setelah jenazah dimandikan, selanjutnya tubuhnya harus dibungkus dengan kain kafan. Para ulama telah bersepakat bahwa hukum mengkafani mayit hukumnya adalah fardhu kifayah. Hal ini berdasarkan beberapa dalil berikut :

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu, ia menceritakan tentang orang yang meninggal dunia akibat terinjak oleh untanya, sedangkan ia masih mengenakan pakaian Ihram, maka Nabi  bersabda :

“Mandikanlah ia dengan air dan daun bidara, lalu kafanilah dengan dua kain, tidak perlu diberi minyak wangi dan jangan ditutup kepalanya, karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan membangkitkannya pada hari Kiamat dengan mengucap Talbiyah.” (HR. Bukhari no. 1267, Muslim no. 1206)

Mush’ab bn Umair radhiallahu ‘anhu, salah seorang syuhada dalam perang Uhud dikafani dengan selendang yang pendek. Melihat hal itu, maka Rasulullah  memerintahkan para sahabat supaya menutupi kepalanya serta tubuhnya, kemudian mereka menutupi kedua kakinya dengan pohon idzkhar (tumbuhan yang berbau wangi).

Dan dari Jabir bin Abdullah radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi suatu ketika sedang berkhutbah, lalu diberitahukan kepadanya bahwa ada seorang laki-laki dari sahabatnya yang meninggal dunia, kemudian dikafani dengan kain kafan yang tidak cukup dan dikuburkan pada malam hari. Mendengar itu Nabi  memperingatkan agar tidak mengubur jenazah pada malam hari hingga di shalati terlebih dahulu, kecuali dalam keadaan darurat. Nabi  kemudian bersabda,

“Jika salah seorang kalian hendak mengkafani saudaranya, maka baguskanlah kainkafannya.” (HR. Muslim no. 943, Abu Dawud no. 3148, An Nasa’i 4/33)

Dianjurkan agar mayit dikafani dengan kain kafan berwarna putih dan bersih, baik yang masih baru maupun sudah lama. Hal itu berdasarkan sabda Rasulullah  :

“Pakailah pakaianmu yang berwarna putih, karena ia adalah sebaik-baiknya pakaianmu, dan kafanilah mayit-mayitmu dengannya.” (HR. At Tirmidzi no. 994)

Selain itu dianjurkan juga mengolesi kain kafan dengan minyak wangi atau wewangian, berdasarkan sabda Rasulullah  :

“Jika kamu mengoleskan minyak wangi kepada mayit, maka oleskanlah sebanyak tiga kali.” (HR. Ahmad no. 14131, Al Hakim 1/506)

Sebaiknya tidak berlebihan dalam mengkafani jenazah, termasuk juga dengan memakai kain sutra. Keduanya dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Maka cukupkanlah dengan mengkafani mayit dengan kain yang biasa saja. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits dari Abu Bakar radhiallahu ‘anhu :

“Sesungguhnya orang yang masih hidup lebih berhak atas kain yang baru daripada mayit, karena kain kafan itu hanya untuk mewadahi cairan dan nanah yang keluar dari tubuh mayit.” (HR. Bukhari no. 1387)

Wallahu ‘Alam Bishawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *