Kenapa Umat Muslim Suka Untuk Meninggalkan Sunnah Nabi?

meninggalkan sunnah nabi

Alomuslim.com – Kenapa sebagian besar kaum muslimin suka untuk meninggalkan sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam? Kalau pertanyaan itu ditanyakan langsung kepada setiap umat muslim, pasti mereka akan menyangkalnya dan mengatakan hal itu tidak akan mungkin terjadi atas diri kami.

Lagipula, bagaimana mungkin ada seorang muslim yang suka untuk meninggalkan sunnah Nabi mereka yang mulia, yang merupakan orang yang harus mereka cintai melebihi diri dan keluarganya? Bukankah setiap muslim ingin dirinya diakui sebagai pengikut Nabi shallallahu alaihi wa sallam ?

Kalau memang mereka mengaku sebagai pengikut sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam, lantas kenapa sebagian besar mereka ketika diajak untuk mengerjakan ibadah-ibadah sunnah malah menolaknya? Dan seringkali, ketika menolak ajakan untuk mengerjakan ibadah sunnah, kita mendengar kata yang terlontar dari mulut mereka, “aah, itu kan hanya sunnah.” Atau alasan yang meremehkan lainnya. Bukankah penolakan seperti ini termasuk meninggalkan sunnah?

Sesuatu yang lebih parahnya lagi, mereka mengingkari sunnah karena tidak sesuai dengan kondisi masyarakat tempatnya tinggal. Misalkan dalam perkara memelihara jenggot, mereka dengan mudah menolak memelihara jenggot karena menganggapnya bahwa hal tersebut hanyalah bagian dari budaya orang Arab yang tidak sesuai dengan budaya masyarakat tempatnya tinggal. Padahal memelihara jenggot adalah salah satu sunnah yang diperintahkan oleh Rasulullah.

Hal ini terjadi dikarenakan pemahaman umat muslim yang telah dibangun semenjak kecil, yang meyakini bahwa pengertian ibadah sunnah adalah apabila dikerjakan akan berpahala dan apabila ditinggalkan tidaklah berdosa. Sehingga sebagian mereka merasa tidak apa-apa kalau meninggalkan perkara-perkara sunnah.

Maka perhatikanlah, apabila anda memang mengaku sebagai seorang muslim yang mengikuti sunnah Rasulullah, hendaknya anda berusaha sekuat mungkin untuk mengerjakan setiap ibadah yang telah diperintahkan dan dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Atau anda juga berusaha semampunya untuk menjauhi dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Jangan pula anda mengerjakan suatu amalan khusus yang tidak pernah dikerjakan dan diperintahkan oleh Rasulullah. Hal tersebut akan menyebabkan ibadah itu tertolak meskipun bagi anda yang mengerjakannya menganggap perbuatan itu adalah baik, karena bisa jadi amalan tersebut tidak diridhai oleh Rasulullah. Bukankah banyak sunnah beliau yang belum mampu kita kerjakan? Lalu kenapa harus mengerjakan ibadah lain yang tidak ada tuntunannya dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ?

Perhatikanlah, yang akan terjadi ketika anda senantiasa mengerjakan sunnah, sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah hadits Qudsi, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Sesungguhnya Allah berfirman : ‘Barangsiapa yang memusu wali-Ku, maka aku telah mengumumkan perang terhadapnya. Tidak ada yang lebih aku sukai dari seorang hamba yang mendekatkan diri kepada-Ku, kecuali ia melakukan yang Aku wajibkan kepadanya. Dan sesungguhnya hamba-Ku dengan sebab senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah, Aku pun mencintainya. Maka bila Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya, yang ia mendengar dengannya. Aku menjadi penglihatannya, yang ia melihat dengannya. Aku menjadi tangannya, yang ia memukul dengannya. Aku menjadi kakinya, yang ia berjalan dengannya. Bila ia meminta kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya. Bila meminta perlindungan kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya. Bila ia menolak sesuatu yang dibenci oleh dirinya, Akulah yang melakukannya. Dan seorang mukmin itu benci kematian yang jelek, maka Akulah yang mengindarkannya.” (HR. Bukhari no. 2506)

Setelah mengetahui keutamaan mengerjakan amalan sunnah, masihkan anda akan menolaknya? Masihkan anda akan berkata, “aah, itu kan Cuma sunnah.” ?

Wallahu a’lam. 

Referensi : Keutamaan Mengikuti Sunnah, Syaikh Abdullah bin Al Farih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *