Menjaga Kesempurnaan Wudhu

menjaga kesempurnaan wudhu

Alomuslim.com – Menjaga kesempurnaan wudhu merupakan perkara yang harus diperhatikan oleh setiap umat muslim. Karena wudhu menjadi ibadah pembuka dari beberapa ibadah lainnya. Apabila wudhu yang dikerjakan tidak sempurna, tentunya hal tersebut akan berpengaruh dengan kesempurnaan ibadah-ibadah yang dikerjakan berikutnya.

Beberapa Hal Berikut Harus Diperhatikan Oleh Seorang Muslim Untuk Menjaga Kesempurnaan Wudhu Mereka

1. Membasuh Anggota Wudhu Satu Kali, Dua Kali Atau Tiga Kali

Dalam beberapa riwayat yang shahih, Nabi pernah berwudhu dengan membasuh anggota tubuhnya satu kali-satu kali (HR. Bukhari 156), juga pernah beliau membasuhnya dua kali-dua kali (HR. Bukhari 157) namun yang sering beliau lakukan adalah membasuhnya sebanyak tiga kali-tiga kali, dan inilah yang umumnya dipahami serta banyak dilakukan oleh umat muslim.

Membasuh anggota wudhu yang wajib adalah satu kali-satu kali, sedangkan tiga kali-tiga kali termasuk sunnah namun inilah yang paling sempurna, karena dia telah menunaikan yang wajib namun tetap mendapatkan yang sunnah. Sementara orang-orang yang berwudhu dengan satu kali-satu kali basuhan ia hanya menunaikan kewajiban saja.

Sehingga tidak bermasalah mau mengerjakan wudhu dengan berapa kali basuhan, tetapi yang makruh (tidak dibolehkan) adalah melebihi tiga kali basuhan. Hal ini berdasarkan keterangan hadits

“Barangsiapa menambahnya, maka dia telah berbuat keburukan, melampaui batas dan zhalim.” (HR. Abu Dawud no. 116, An Nasa’i no. 140, dan yang lainnya)

Ada satu catatan khusus dalam jumlah basuhan anggota tubuh, yakni ketika mengusap kepala sekaligus telinga hanya dilakukan sekali saja, baik ketika seseorang berwudhu dengan dua kali ataupun tiga kali basuhan anggota tubuh. Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu dalam kitab Fath Al Bari (1/298) menjelaskan bahwa Rasulullah  mengusap kepala hanya sekali, sementara hadits yang menyebutkan mengusap kepala tiga kali hadits-haditsnya tidak ada yang shahih.

2. Menghirup Air Ke Hidung Dan Membuangnya

Menghirup air ke hidung disebut dengan Istinsyaq, sementara mengeluarkannya disebut dengan Istintsar. Perintah untuk kedua perkara ini adalah berdasarkan sabda baginda Nabi  :

“Apabila seseorang dari kalian berwudhu, maka masukanlah air ke hidungnya, kemudian mengeluarkannya.” (HR. Bukhari no. 161, Muslim no. 237)

Kedua perkara tersebut harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dengan menghirup air kedalam hidung kemudian mengeluarkannya kembali, kecuali pada saat berpuasa. Nabi  bersabda :

“Dan sempurnakanlah istinsyaq, kecuali saat kamu berpuasa.” (HR. Ahmad no. 15945, Abu Dawud no. 142 dan At Tirmidzi no. 788)

Banyak dari umat muslim yang lalai dan kurang memperhatikan perkara istinsyaq dan istintsar  ini. Mereka tidak menghirup dan memasukkan air ke hidung namun yang di masukkan ke dalam hidung justru jari-jarinya. Sehingga air yang masuk hanya sedikit dan ini bukanlah cara wudhu yang telah dicontohkan oleh baginda Nabi .

3. Menyela-nyela Jari Jemari Tangan Dan Kaki

Berdasarkan sabda Rasulullah  :

“Jika kamu berwudhu, hendaklah kamu menyela-nyela jari-jari kedua tanganmu dan kedua jari-jari kakimu.” (HR. At Tirmidzi no. 39)

Hal ini-pun jarang diperhatikan oleh umat muslim, dimana sebagain dari mereka hanya membasahi tangan dan kakinya saja dengan menyiram-nyiramkan air. Seharusnya mereka memperhatikan hal ini untuk menjaga kesempurnaan wudhunya, namun yang lebih utama adalah dalam rangka menjalankan ketaatan terhadap perinta Allah dan Rasul-Nya.

4. Mendahulukan Bagian Anggota Wudhu Yang Sebelah Kanan

Bagian dari menjaga kesempurnan wudhu dan juga melaksanakan apa yang dicontohkan Rasulullah  ketika berwudhu yakni dengan mendahulukan bagian anggota wudhu yang sebelah kanan terutama pada bagian tangan dan kaki, kecuali pada bagian telinga karena membasuh kedua telinga dilakukan secara bersamaan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah

“Jika kamu berwudhu, hendaklah kamu memulai (mendahulukan) dengan bagian anggota wudhumu yang sebelah kanan.” (HR. Ahmad no. 8438 dan Tirmidzi)

Dari hadits tersebut dan juga beberapa hadits shahih dari para sahabat dalam mencontohkan cara wudhu Nabi , dapat dipahami bahwa ketika membasuh anggota wudhu, khususnya pada bagian tangan dan kaki, adalah dengan membasuh yang sebelah kanan terlebih dahulu sebanyak dua kali atau tiga kali, baru kemudian bagian yang sebelah kiri dua kali atau tiga kali.

Wallahu Ta’ala ‘Alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *