milikah sifat ini untuk kebaikan anda
AKHLAK, DASAR ISLAM

Milikilah Sifat Ini Untuk Kebaikan Anda

Alomuslim.com –  Milikilah sifat ini untuk kebaikan anda Sebagian besar pemuda muslim telah kehilangan sifat ini pada diri mereka. Hal tersebut ditunjukkan dengan mudahnya mereka melakukan hal-hal, yang justru menunjukkan perilaku yang kurang pantas dan bertentangan dengan syariat. Bahkan sebagian besar diantara mereka memamerkannya ke berbagai jejaring media sosial.

Bagi penggiat media sosial tentu bisa menyaksikan, bagaimana pemuda dan pemudi muslim memperagakan sesuatu yang sedang hits atau viral. Mereka meniru-nirukannya agar bisa mendapatkan sanjungan di kolom komentar atau sekedar mendapatkan ‘Like’. Demi sebuah popularitas, mereka rela berpose, berakting dan bertingkahpolah ataupun melakukan hal-hal kurang pantas, layaknya orang-orang ‘bermuka tebal’ yang tidak peduli dengan banyaknya orang yang ‘mencibir’.

Sungguh sebuah ironi melihat para pemuda dan pemudi muslim berperilaku seperti itu. Maka milikilah sifat ini, agar hidup anda selalu dinaungi kebaikan, ia adalah sifat malu. Seorang muslim itu pandai menjaga diri dan pemalu. Bahkan, sifat malu itu bagian dari iman yang merupakan pedoman dan penegak hidupnya. Rasulullah bersabda :

“Iman itu bercabang tujuh puluh lebih atau enam puluh lebih, yang paling utama adalah kalimat laa ilaha illallah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalanan, dan malu termasuk cabang dari iman.” (HR. Bukhari no. 9, Muslim no. 35)

Dalam riwayat yang lain Rasulullah shallallahu wa sallam juga bersabda :

“Rasa malu dan iman semuanya saling berkaitan, maka jika salah satunya hilang, maka hilanglah yang lainnya.” (Shahih. HR. Al Hakim 1/73)

Rahasia keberadaan sifat malu diantara iman adalah keduanya sama-sama menjadi pendorong kepada kebaikan serta pemaling dari keburukan dan menjauhkannya. Bagi seseorang yang memiliki sifat malu akan mencegah dirinya dari berbuat keburukan atau berkata buruk, mencegah dari cela dan cemoohan, maka sifat malu itu baik dan tidaklah menimbulkan kecuali kebaikan. Sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  bersabda :

“Malu itu tidak mendatangkan kecuali kebaikan.” (HR. Bukhari no. 6117, Muslim no. 37)

Teladan seorang muslim dalam sifat malu adalah Rasulullah , karena beliau merupakan yang paling pemalu melebihi seorang gadis yang sedang dalam pingitan. Abu Sa’id radhiallahu anhu menceritakan tentang sifat pemalu Rasulullah , ia berkata :

“Jika beliau melihat sesuatu yang tidak disukainya, maka kami dapat mengetahuinya di wajah beliau.” (HR. Bukhari no. 6102)

Ketika seorang muslim mengajak manusia untuk menjaga dan menumbuhkan sifat malu di antara saudara-saudara mereka, maka sungguh dia telah mengajak kepada kebaikan dan membimbing kepada kebajikan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan kepada seorang muslim agar tetap berpegang pada sifat malu dan melarang menghilangkannya,

meskipun sebagian haknya terhalang dan tidak bisa terpenuhi. Karena kehilangan sebagian haknya, adalah lebih baik baginya daripada kehilangan sifat malunya yang merupakan bagian dari imannya dan keistimewaan perikemanusiaannya serta penopang kebajikannya.

Seorang muslim, hanya karena sebab sifat malu kepada manusia, ia tidak akan rela membuka auratnya dihadapan orang lain, tidak melalaikan kewajibannya kepada orang lain, tidak bercakap-cakap kepada orang lain dengan buruk dan tidak perlu menghadapi orang lain dengan cara yang tidak disukainya.

Jangan sampai melakukan kemaksiatan hanya karena gengsi kepada manusia. Maka malulah kepada Allah karena berbuat maksiat kepadaNya. Karena seorang hamba lebih pantas untuk bersikap malu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala daripada manusia seluruhnya.

Wallahu a’lam.

Referensi : Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri (Darul Haq : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *