Mimpi Basah Siang Hari Membatalkan Puasa?
BERSUCI, PUASA

Mimpi Basah Siang Hari Membatalkan Puasa?

Salah satu diantara pembatal puasa adalah keluarnya cairan mani di siang hari karena disengaja. Keluarnya cairan mani yang disengaja itu bisa disebabkan karena melakukan jima’ (hubungan intim) antara suami dan istri atau juga melakukan masturbasi atau onani.

Jima’ bagi pasangan suami dan istri pada asalnya adalah halal. Namun jika dilakukan pada siang hari di bulan Ramadhan, perbuatan tersebut termasuk dalam perbuatan yang dilarang. Bagi pelakunya akan diberikan hukuman yang cukup berat. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa pelaku jima’ di siang hari Ramadhan di hukum dengan membayar kafarat (denda), yakni dengan membebaskan seorang budak, atau berpuasa selama 60 hari (berturut-turut) atau memberi makan 60 orang miskin.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah,

بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلَكْتُ . قَالَ « مَا لَكَ » . قَالَ وَقَعْتُ عَلَى امْرَأَتِى وَأَنَا صَائِمٌ . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « هَلْ تَجِدُ رَقَبَةً تُعْتِقُهَا » . قَالَ لاَ . قَالَ « فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ » . قَالَ لاَ . فَقَالَ « فَهَلْ تَجِدُ إِطْعَامَ سِتِّينَ مِسْكِينًا » . قَالَ لاَ ..

“Suatu hari kami pernah duduk-duduk di dekat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian datanglah seorang pria menghadap beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu pria tersebut mengatakan, “Wahai Rasulullah, celaka aku.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apa yang terjadi padamu?” Pria tadi lantas menjawab, “Aku telah menyetubuhi istri, padahal aku sedang puasa.”

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apakah engkau memiliki seorang budak yang dapat engkau merdekakan?” Pria tadi menjawab, “Tidak”. Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya lagi, “Apakah engkau mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?” Pria tadi menjawab, “Tidak”. Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya lagi, “Apakah engkau dapat memberi makan kepada 60 orang miskin?” Pria tadi juga menjawab, “Tidak”…” (HR. Bukhari no. 1936 dan Muslim no. 1111)

Sementara, bagi orang yang melakukan masturbasi di siang hari Ramadhan, selain membatalkan puasa, pelakunya juga akan mendapatkan dosa. Sebab masturbasi adalah perbuatan yang dari asalnya sudah diharamkan. Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (29) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (30) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (31)

Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al Ma’arij: 29-31).

Bagaimana Dengan Mimpi Basah?

Para ulama telah sepakat, bahwa mimpi basah di siang hari Ramadhan tidak membatalkan puasa. Sebab orang yang tidur tidak dapat mengendalikan syahwat dalam mimpinya, sehingga mimpi basah tidak termasuk dalam perbuatan mengeluarkan cairan mani dengan sengaja.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رفع القلم عن ثلاثة عن المجنون المغلوب على عقله حتى يفيق وعن النائم حتى يستيقظ وعن الصبى حتى يحتلم

Pena catatan amal itu diangkat (tidak dicatat amalnya, pen.), untuk tiga orang: orang gila sampai dia sadar, orang yang tidur sampai dia bangun, dan anak kecil sampai dia balig.” (HR. Nasa’i 3432, Abu Daud 4398, Turmudzi 1423, dan disahihkan Syuaib al-Arnauth)

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah pernah ditanya mengenai hal ini dan beliau mengatakan,

“Mimpi basah tidak membatalkan shaum, karena hal itu terjadi tanpa unsur kesengajaan dari orang yang shaum tersebut. Dan dia wajib mandi janabah ketika melihat keluarnya air mani. Jika seseorang mimpi basah setelah shalat shubuh lalu dia mengakhirkan mandinya hingga menjelang dhuhur maka tidak apa-apa.” (Fatawa bin Baz)

 

Wallahu ta’ala a’lam bishawab

Baca Juga :

 

Referensi :

  1. Ustadz Ammi Nur Baits, Konsultasi Syariah
  2. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, Fatawa bin Baaz, penerjemah Abu Umar Abdillah (Terbitan At-Tibyan – Alhujjah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *