Model Pernikahan Yang Tidak Sah
DASAR ISLAM, KELUARGA

Model Pernikahan Yang Tidak Sah Menurut Syariat Islam

Alomuslim.com – Terdapat beberapa model pernikahan yang tidak sah menurut syariat Islam, diantaranya :

1. Nikah Syighar

Pernikahan Syighar adalah seorang lelaki yang menikahkan anak perempuannya atau saudara perempuannya kepada seorang laki-laki lain dengan syarat ia akan dinikahkan dengan anak perempuan atau saudara perempuan laki-laki tersebut. Para ulama telah bersepakat mengenai keharamannya dan menganggap tidak sah sebagai sebuah pernikahan.

Dalil para ulama adalah beberapa hadits dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, diantaranya hadits dari sahabt mulia, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu :

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melarang nikah syighar.” Kemudian ia berkata, ‘Nikah syigar adalah seorang laki-laki berkata kepada laki-laki lain, ‘Nikahkanlah aku dengan anak perempuanmu dan sebagai gantinya aku akan menikahkan kamu dengan anak perempuanku.’ Atau dia mengatakan, ‘Nikahkanlah aku dengan saudara perempuanmu dan sebagai gantinya aku akan menikahkan kamu dengan saudara perempuanku’.” (HR. Muslim, An-Nasa’i dan Ibnu Majah)

2. Nikah Muhallil

Nikah Muhallil adalah seorang laki-laki yang menikahi seorang perempuan yang sudah dicerai (talak) oleh suaminya sebanyak tiga kali, setelah menikahinya kemudian laki-laki itu menceraikan wanita tersebut dengan tujuan agar suami yang pertama dapat menikahinya lagi.

Karena dalam syariat Islam, seorang wanita yang sudah dicerai sebanyak tiga kali haram untuk dinikahi kembali oleh suaminya sebelum wanita itu menikah dengan lelaki lain dan kemudian bercerai. Nikah muhallil ini termasuk dosa besar, semua pelaku yang terlibat layak mendapatkan laknat karena mempermainkan agama Allah.

Dalam satu riwayat disebutkan kalau Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melaknat al muhallil dan muhallalah (laki-laki yang menyuruh muhallil untuk menikahi mantan isterinya agar isteri tersebut boleh dinikahinya lagi). (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i, Ahmad)

3. Nikah Mut’ah

Nikah Mut’ah adalah seorang lelaki yang mengawini seorang perempuan untuk waktu tertentu -sehari, dua hari, atau lebih- dengan memberikan imbalan kepada pihak perempuan berupa harta atau lainnya.

Nikah mut’ah pernah diperbolehkan pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, tetapi kemudian dihapuskan atas perintah Allah dan mengharamkannya hingga hari kiamat. Nikah mut’ah ini serupa dengan nikah kontrak, yang banyak dilakukan oleh sebagian kaum muslimin.

Adapun pelarangan nikah mut’ah yang menyebabkannya dihapus dari syariat Islam hingga hari kiamat yaitu :

“Rasulullah memberi kelonggaran untuk nikah mut’ah selama tiga hari pada tahun Authas (tahun penaklukan kota Mekah), kemudian beliau melarangnya.” (HR. Muslim, Al Baihaqi dan Ibnu Hibban)

4. Nikah Sirri

Yang dimaksudkan dengan nikah sirri adalah model pernikahan yang dilakukan oleh laki-laki dan wanita dengan surat tertulis yang hanya diketahui oleh mereka berdua tetapi terkadang disaksikan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Biasanya nikah sirri ini tidak didaftarkan pada lembaga keagamaan dan juga tidak menghadirkan wali serta saksi dari pihak keluarga.

Perjanjian hubungan dalam nikah sirri hanyalah sebuah kontrak perjanjian yang tidak memenuhi syarat dalam pernikahan yang sah dalam syariat Islam. Maka akad nikahnya adalah tidak sah, dan apabila sudah berlangsung hubungan antara laki-laki dan wanitanya maka harus dibatalkan.

Wallahu a’lam.

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 3, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *