Nabi Hud Rasul Yang Diutus
KISAH NABI DAN RASUL, KISAH PARA RASUL

Nabi Hud, Rasul Yang Diutus Kepada Kaum Terkuat Di Bumi

Alomuslim.com – Nabi Hud alaihissallam merupakan Rasul pertama yang diutus kepada suatu kaum setelah banjir besar yang terjadi pada masa Nabi Nuh alaihissallam. Nabi Hud diutus kepada kaum Aad, yang tinggal di satu wilayah bernama Ahqaf, suatu kawasan pegunungan pasir di Yaman, tepatnya antara Oman dan Hadramauth.

Kaum Aad seringkali tinggal di dalam perkemahan dengan tiang-tiang yang besar. Mereka biasa membuat bangunan-bangunan besar pada tanah yang tinggi, sebagai kemegahan dan mainan semata. Dalam nasihat yang disampaikan oleh Nabi Hud kepada kaumnya, dia berkata :

“Apakah kamu mendirikan istana-istana pada setiap tanah yang tinggi untuk kemegahan tanpa ditempati, dan kamu membuat benteng-benteng dengan harapan kamu hidup kekal.” (QS. Asy-Syura : 128-129) 

Kaum Aad memiliki sebuah keistimewaan dalam hal bentuk fisik dan kekuatan tubuhnya. Mereka memiliki tubuh yang tinggi dan besar, bahkan melebihi tubuh nenek moyang mereka, kaum Nabi Nuh. Oleh karenanya, kaum Aad menjadi kaum terkuat di muka bumi pada masanya. Seperti yang dijelaskan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“Ingatlah ketika Dia menjadikan kamu (kaum Aad-ed) sebagai khalifah-khalifah setelah kaum Nuh, dan Dia lebihkan kamu dalam kekuatan tubuh dan perawakan.” (QS. Al A’raf : 69)

Kaum Aad dikenal sebagai kaum yang angkuh dan sombong. Dengan kekuatan fisik yang mereka miliki, tidak ada satupun kaum dimuka bumi ketika itu yang mampu mengalahkan mereka. Bahkan disebutkan, satu orang dari kaum Aad mampu untuk mengalahkan kekuatan satu kaum yang ada pada saat itu. Karena kelebihan inilah mereka kemudian menjadi sombong dan lupa diri. Sampai mereka sesumbar, kemudian mengatakan tidak ada satu kaumpun yang lebih kuat dan mampu mengalahkan mereka.

Tidak hanya angkuh dan sombong, kaum Aad juga berbuat kesyirikan. Mereka merupakan generasi pertama setelah kaum Nabi Nuh yang menyembah berhala. Adapun nama-nama berhala yang mereka sembah yaitu; Sadd, Samud dan Hera. Karena kesyirikan dan kesombongan inilah kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Nabi Hud kepada kaum Aad. Nabi Hud juga termasuk salah seorang dari kaum Aad.

Nabi Hud menyeru kaum Aad untuk hanya menyembah Allah dan meninggalkan berbagai sesembahan mereka, serta berhenti untuk berlaku angkuh dan sombong. Tetapi kaum Aad menolaknya serta memandang Nabi Hud sebagai orang yang kurang waras dan termasuk orang yang berdusta. Dan mereka tetap kepada keyakinannya untuk menyembah berhala-berhala.

Meskipun berdakwah kepada kaum yang sangat kuat secara fisik, Nabi Hud bukanlah orang yang penakut, walaupun harus menghadapi berbagai ancaman. Bahkan Nabi Hud memiliki keberanian untuk menantang mereka dengan berkata :

“Sesungguhnya, aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan dengan yang lain, sebab itu jalankanlah semua tipu dayamu terhadapku dan jangan kamu tunda lagi.” (QS. Hud : 54-55)

Nabi Hud, menantang kaum Aad untuk menjalankan semua ancamannya, juga dengan berhala-berhala mereka dan semua kekuatan yang mereka miliki. Nabi Hud tidak takut sedikitpun dengan ancaman kaum Aad. Kata-kata yang disampaikan Nabi Hud ini merupakan bukti nyata bahwa ia merupakan hamba dan utusan Allah. Sementara kaum Aad berada dalam kebodohan dan kesesatan, karena mereka tidak mampu menimpakan keburukan ataupun petaka kepada Nabi Hud.

Kisah Nabi Hud dan kaum Aad diceritakan dalam puluhan ayat dan belasan surat dalam Al Qur’an. Pemberitaan tentang kaum Aad menjadi yang paling banyak disampaikan dalam Al Qur’an melebihi umat-umat lain yang juga dibinasakan. Insyaa Allah, pada artikel berikutnya kami akan kisahkan mengenai azab yang menimpa kaum Aad. Wallahu a’lam.

 Referensi :

  • Kisah Para Nabi, Ibnu Katsir (Ummul Qura : 2018)
  • Inilah Negeri Kaum Aad Yang Dibinasakan, Abu Yusuf Sujono (Kisah Muslim)
  • Kisah Nabi Hud Dan Nabi Shalih, video kajian Dr. Firanda Andirja, MA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *