Nama Pohon Buah Yang Dilarang Untuk Nabi Adam
KISAH NABI DAN RASUL, KISAH PARA RASUL

Nama Pohon Buah Yang Dilarang Untuk Nabi Adam

Alomuslim.com – Sebagian besar umat muslim pada hari ini meyakini bahwa Nabi Adam Alaihissalam dikeluarkan dari Surga karena memakan buah yang telah dilarang oleh Allah, dan buah tersebut dikenal dengan Khuldi (keabadian). Benarkah buah yang dimakan oleh Nabi Adam tersebut bernama Khuldi?

Katika Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan sebagian karunia-Nya kepada Nabi Adam untuk mendiami Surga, Allah membolehkan Nabi Adam untuk menikmati segala kenikmatan yang ada di Surga, kemudian Allah berfirman kepada Nabi Adam,

“..(tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini.” (QS. AL Baqarah : 35)

Ketika melarang Nabi Adam untuk mendekati, Allah tidak menyebutkan nama pohon buah tersebut. Justru Iblislah yang memberikan sebutan dengan nama pohon Khuldi (keabadian), ketika ia membisikan pikiran jahatnya kepada Nabi Adam dan berkata,

“Wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?” (QS. Thaha : 120)

Maka sebaiknya kaum muslimin tidak lagi menamakan buah yang dimakan oleh Nabi Adam dengan sebutan buah khuldi, karena nama tersebut diberikan oleh Iblis, untuk menipu Nabi Adam agar bermaksiat dan melanggar perintah Allah.

Lalu Disebut Apa Buah Tersebut?

Para ahli tafsir memiliki beragam pendapat terkait nama buah yang Allah larang untuk Nabi Adam. Sebagian ulama berpendapat, yang dimaksud adalah pohon Anggur. Ada juga sebagian yang meyakini bahwa pohon buah tersebut adalah sejenis gandum. Seorang ulama dari generasi Tabi’in, Sufyan Ats Tsauri berkata bahwa pohon buah tersebut yaitu pohon kurma. Ulama lainnya menyebutkan buah tersebut adalah buah tin.

Wallahu a’lam, perbedaan pendapat ini intinya hampir sama. Allah sengaja tidak menyebutkan buah apa persisnya. Andai ada maslahat di balik penyebutan nama buah yang dimaksud, tentu sudah Allah sebutkan, sama seperti hal-hal lain yang tidak disebutkan namanya dalam Al Qur’an. Maka tidak perlulah kaum muslimin menghabiskan waktu yang banyak untuk mencari tahu apa nama buah tersebut.

Referensi : Kisah Para Nabi, Ibnu Katsir (Ummul Qura : 2018)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *