nisab zakat uang kertas
DASAR ISLAM, ZAKAT

Nisab Zakat Uang Kertas

Alomuslim.com – Nisab Zakat Uang Kertas Seiring semakin sedikitnya orang yang menggunakan uang logam (uang emas atau perak) pada masa sekarang dalam berbagai transaksinya, dan telah menggantikan pola transaksinya dengan menggunakan uang kertas. Maka para ahli fikih menemukan kesulitan dalam proses konversi (penyesuaian) uang kertas tersebut dalam perspektif hukum fikih untuk permasalahan nisab zakat.

Diantara para ulama kontemporer ada yang berpendapat bahwa kewajiban uang kertas berlaku sesuai nisab perak, sebagaimana telah disepakati dan penilaian ini akan lebih bermanfaat bagi kalangan fakir miskin. Namun sebagian yang lain berpendapat bahwa nisabnya sesuai nisab emas, karena nilia perak telah berubah setelah masa kenabian shallallahu alaihi wa sallam dan yangsetelahnya. Hingga perak tidak lagi memiliki nilai yang berarti. Berbeda dengan emas yang sejauh ini nilainya bisa dikatakan solid (tetap).

Baca Juga : Zakat Fitrah Dengan Uang Atau Beras ?

Juga karena nisab emas lebih mendekati nisab harta yang lainnya, seperti lima ekor unta, empat puluh ekor kambing dan lainnya. Karena bagaimana dapat dikatakan logis jika syariat tidak mewajibkan zakat pada orang yang memiliki empat ekor unta atau tiga puluh sembilan ekor kambing serta menganggapnya sebagai orang miskin, kemudian mewajibkan zakat pada orang yang memiliki nisab perak, yang pada kenyataannya tidak bisa ditukar, meskipun dengan seekor kambing, bahkan menganggapnya sebagai orang yang kaya.

Maka tidak diragukan lagi, pendapat kedua inilah yang lebih mendekati pada kebenaran dan yang dianggap paling adil. Wallahu ‘alam.

Contoh Perhitungan Nisab Uang Kertas

Misalkan seseorang memiliki uang Rp. 40.000.000, sementara yang lainnya memiliki uang Rp. 50.000.000, maka berapakah zakat yang wajib dibayarkan dari keduanya apabila telah melewati batas haul (satu tahun kepemilikan)?

Maka untuk menjawab permasalahan diatas adalah, kita harus mengetahui terlebih dahulu ukuran nisabnya, yaitu nisab emas (seberat 85 gram). Kalau diperkirakan harga satu gram emas hari ini adalah Rp. 500.000, maka nisabnya adalah 85 gram dikalikan dengan Rp. 500.000. Maka jumlah nisab emasnya adalah setara dengan uang Rp. 42.500.000.

Dengan demikian jumlah uang yang dimiliki oleh orang yang pertama tidak mencapai nisab, maka ia tidak dikenakan kewajiban membayar zakat, melainkan ia hanya disunnahkan bersedekah. Adapun orang kedua telah memiliki uang yang melebihi ketentuan nisab, maka ia wajib mengeluarkan zakatnya sebesar 2,5 % atau 1/40. Maka perhitungannya menjadi Rp. 50.000.000/40 = Rp. 1.250.000. Sehingga jumlah zakat yang harus dikeluarkan oleh orang kedua adalah Rp. 1.250.000.

Wallahu ‘alam.

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 2, Abu Malik Kamal bin As Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 20015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *