orang yang pertama masuk islam
KISAH SAHABAT

Berikut Orang-Orang Yang Pertama Masuk Islam

Alomuslim.com – Berikut Orang-Orang Yang Pertama Masuk Islam Setiap manusia pasti selalu ingin menjadi yang pertama dan terdepan dalam berbagai kebaikan. Mereka rela berlomba-lomba agar mendapatkan keutamaan atas kebaikan tersebut. Demikian halnya dengan yang dilakukan oleh orang-orang yang pertama masuk Islam.

Mereka adalah orang-orang yang bersegera menyatakan beriman ketika diseru Islam kepadanya. Tentunya mereka memiliki keistimewaan iman di hati yang telah diberikan oleh Allah.

Diantara orang-orang yang pertama masuk Islam dan keistimewaan mereka, yakni :

1. Wanita Yang Pertama Masuk Islam

Wanita yang pertama menyatakan keislaman sekaligus orang yang pertama kali beriman kepada Rasulullah  adalah Khadijah binti Khuwailid radhiallahu ‘anha, yang merupakan istri beliau. Seperti dikisahkan dalam kitab sirah, bahwa ketika wahyu pertama turun, Rasulullah  sangat ketakutan melihat sosok Malaikat Jibril Alaihissalam dalam wujud aslinya. Kemudian Rasulullah pulang ke rumah dalam keadaan gemetar, sehingga ibunda Khadijah menenangkannya dan hilanglah segala rasa takut dari Rasulullah.

Ibunda Khadijah mampu menjadi istri yang sabar untuk mendengarkan berbagai permasalahan Rasulullah, ketika mengalami berbabagai kesedihan karena caci maki dan kejahatan orang-orang yang menolak dakwah Islam. Ibunda Khadijah mampu memberikan motivasi, meringankan beban, membenarkan dan menganggap remeh semua reaksi negatif orang musyrik Mekkah kepada Rasulullah . Bahkan ibunda Khadijah rela menghabiskan hartanya untuk membiayai dakwah Rasulullah.

Ibunda Khadijah merupakan wanita mulia yang mendapatkan salam dari Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui perantara Malaikat Jibril. Dan dirinya telah dijanjikan sebuah rumah di Surga terbuat dari Mutiara yang di dalamnya tidak ada suara riuh dan kelelahan.

2. Anak Kecil Yang Pertama Menyatakan Beriman

Laki-laki pertama yang mengimani Rasulullah , shalat bersama beliau dan membenarkan risalahnya adalah Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, yang pada waktu itu masih berusia sepuluh tahun.

Ali merupakan putra dari paman Nabi, Abu Thalib bin Abdul Muthalib, sehingga ia merupakan sepupu Nabi. Semasa kecil, dirinya telah tinggal bersama Rasulullah, karena ayahnya sangat miskin dan tidak memiliki harta untuk membesarkan anak-anaknya. Ketika wahyu pertama turun, Ali-pun tidak berpikir panjang, ia langsung menyatakan beriman kepada Rasulullah, padahal waktu itu ia masih sangat kecil.

Pernah suatu kali ayahnya, Abu Thalib bertanya kepada dirinya, ‘Anakku agama apakah yang engkau peluk?’ Ali dengan mantap menjawab, ‘Ayahanda, aku telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Aku membenarkan risalahnya, shalat bersamanya dan mengikuti beliau.’

Ali tumbuh menjadi pemuda yang gagah berani, kuat dan juga tangguh dalam peperangan. Serta ia merupakan sosok yang cerdas dalam menyelesaikan masalah. Karena kemuliaan sifat yang dimilikinya, Rasulullah memilih Ali untuk menikahi salah seorang putri yang sangat beliau cintai, Fathimah binti Muhammad. Yang darinya lahir cucu yang sangat disayangi oleh Rasulullah  Hasan dan Husain, yang disebutkan akan menjadi pemimpin para pemuda di Surga.

Ali juga diberikan kemuliaan oleh Allah untuk memimpin umat Islam di akhir masa kehidupannya, dengan diangkat menjadi Amirul Mukminin, dan termasuk salah seorang khulafaur rasyidin.

3. Budak Yang Pertama Menyatakan Keislamannya

Setelah Ali bin Abi Thalib masuk Islam, kemudian Zaid bin Haritsah bin Syurahbil radhiallahu ‘anhu, mantan budak Rasulullah  menyusulnya untuk beriman kepada Rasulullah . Dialah pemuda pertama yang masuk Islam dan ikut shalat bersama Rasulullah sesudah Ali bin Abi Thalib.

Diceritakan bahwa pada awalnya Zaid merupakan seorang budak yang dibawa dari Syams oleh Hakim bin Hizam bin Khuwailid, yang merupakan keponakan Khadijah radhiallahu ‘anha. Hakim memberikan Zaid kepada ibunda Khadijah, yang kemudian dihibahkan kepada Rasulullah . Peristiwa tersebut terjadi sebelum wahyu pertama turun

Zaid diangkat sebagai anak oleh Rasulullah , sehingga ia pernah menggunakan namanya dengan menyandarkan kepada Rasulullah yakni Zaid bin Muhammad. Namun pada saat surat Al Ahzab turun, Zaid mengganti namanya dan kembali menggunakan nama ayahnya Haritsah di belakang namanya.

Zaid pernah ditunjuk oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjadi pemimpin pasukan muslim untuk perang Mu’tah melawan kekaisaran Romawi dengan membawahi 3.000 orang. Peristiwa peperangan terjadi pada tahun ke 8 setelah hijrah.

4. Laki-laki Dewasa Yang Pertama Masuk Islam

Setelah Zaid, kemudian menyusullah Abu Bakar Ash Shidiq radhiallahu anhu sebagai laki-laki dewasan pertama yang masuk Islam. Beliau adalah sahabat yang paling mulia, nama aslinya ialah Abdullah bin Abi Quhafah. Ia merupakan orang yang sangat dihormati kaumnya, dicintai dan mudah bergaul dengan siapa saja.

Abu Bakar sejak lama tinggal bertetangga dengan ibunda Khadijah dan sering berhubungan dagang, hingga mengenal Rasulullah  sebagai suami ibunda Khadijah. Oleh karenanya ketika Rasulullah mengajaknya masuk Islam, tidak ada hal apapun yang menghalanginya untuk beriman. Setelah masuk Islam ia sangat menampakkan keislaman ditengah-tengah umatnya dan berdakwah untuk Allah dan Rasul-Nya.

Melalui dakwahnya, Allah membukakan pintu hidayah kepada beberapa orang sahabat mulia. Diantaranya Utsman bin Affan, Az Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqash dan juga Thalhah bin Ubaidillah. Dan juga menyusul Abu Ubaidah bin Abdullah bin Al Jarrah. Sahabat-sahabat tersebut merupakan tokoh utama para sahabat yang telah dijamin masuk Surga. Demikian juga dengan Abu Bakar.

Abu Bakar adalah seseorang yang sangat dicintai oleh Rasulullah , dia merupakan orang yang dipilih untuk mendampingi Rasulullah dalam perjalanan hijrah ke Madinah, dipilih untuk memimpin shalat berjamaah kaum muslimin menggantikan Rasulullah ketika sakit dan beliau dibaiat sebagai pemimpin kaum muslimin setelah wafatnya Rasulullah , maka jadilah Abu Bakar sebagai Khalifah yang pertama.

Demikianlah beberapa orang-orang yang pertama memeluk Islam dengan keutamaan dan keistimewaan yang dimiliki. Tentu lebih banyak kemuliaan yang dimiliki oleh mereka daripada yang disebutkan dalam tulisan ini.

Wallahu ‘alam.

Referensi : Sirah Nabawiyah, Ibnu Hisyam (Akbar Media : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *