Balasan Untuk Orang Yang Tidak Berpuasa Pada Bulan Ramadhan Tanpa Udzur

orang yang tidak berpuasa

Balasan Untuk Orang Yang Tidak Berpuasa Pada Bulan Ramadhan Tanpa Udzur – Bila kita menyaksikan fenomena yang ada saat ini, sebagian umat muslim tanpa ragu ataupun malu, mereka dengan sengaja makan dan minum di siang hari di bulan Ramadhan. Telah jelas ayat dalam kitab suci Al Qur’an yang memerintahkan kepada seluruh umat muslim untuk berpuasa di bulan Ramadhan.

Dan telah jelas pula, balasan yang akan didapatkan bagi mereka yang menunaikan puasa di siang hari di bulan Ramadhan. Namun dengan alasan apakah, sebagian umat muslim berani meninggalkan ibadah puasa tanpa adanya udzur syar’i atas diri mereka?

Baca Juga : Marah Membatalkan Puasa ?

Ibadah puasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu dari lima rukun islam, sebagaimana berdasarkan sabda Nabi ﷺ, yakni :

“Islam dibangun di atas lima (dasar) : bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah Rasul Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan haji ke Baitullah.” (HR. Bukhari No. 8, Muslim No. 2736 dan an-Nasa’i 8/107)

Lalu, apa yang terjadi jika salah satu dari lima rukun tersebut tidak dikerjakan? Maka keislamannya tidaklah sempurna, bahkan dapat menyebabkan pelakunya terjatuh kedalam kekufuran, karena dengan sengaja meninggalkan perintah untuk melaksanaka ibadah yang telah diwajibkan. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiallahu anhu, Beliau ﷺ berkata :

“Tali simpul islam dan kaidah-kaidah Agama itu ada tiga : bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah, Shalat dan Puasa Ramadhan; barangsiapa yang meninggalkan salah satu darinya, maka dia kafir kepada Allah ; tidak diterima darinya amal wajib maupun amal sunnah dan sungguh harta dan darahnya halal.” (HR. Abu Ya’la)

Maka perhatikanlah hadits berikut, agar jelas bagi mereka yang dengan sengaja meninggalkan puasa di bulan Ramadhan, untuk mengetahui balasan yang akan mereka dapatkan di hari akhirat kelak akibat perbuatannya. Dari Abu Umamah al-Bahili radhiallahu anhu, dia berkata :

“Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda : ‘Aku pernah bermimpi didatangi oleh dua orang laki-laki. Keduanya menarik lenganku dan membawaku ke sebuah gunung yang terjal seraya berkata; ‘Naiklah!’ ‘Aku tidak sanggup melakukannya’ jawabku. Keduanya berkata ; ‘Kami akan memudahkannya untukmu.

’ Maka akupun menaikinya hingga ketika aku sampai di kegelapan gunung, ada suara yang sangat keras. Aku bertanya; ‘Suara apa itu?’ Mereka menjawab; ‘Itu adalah jeritan para penghuni neraka.’ Selanjutnya, dia membawaku berjalan dan tiba-tiba aku sudah bersama orang-orang yang bergantungan pada urat besar diatas tumit, mulut meeka robek, dan robekan itu mengalirkan darah. Beliau melanjutkan ; Kemudian, aku bertanya; ‘Siapa mereka?’ Dia menjawab ; ‘Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum tiba waktunya.” (HR. An-Nasa’i IV/166, Ibnu Hibban No. 1800, al-Hakim I/430)

Harus dengan apakah wahai umat muslim, agar kalian mau untuk menjaga setiap kewajiban kalian? Tidak cukupkah bagi kalian, ancaman-ancaman yang telah disampaikan oleh Rasulullah ﷺ mengenai perkara meninggalkan puasa dengan sengaja?

Semoga Allah ﷻ, mudahkan setiap urusan kaum muslim untuk kembali melaksanakan segala perintah dan kewajiban untuk beribadah kepada Allah ﷻ. Wallahu Ta’ala A’lam.

Referensi :

  • 76 Dosa Besar, al-Imam al-Hafizh adz-Dzahabi (Darul Haq : 2016)
  • Meneladani Rasulullah ﷺ dalam Berpuasa dan Berhari Raya, Syaikh Ali bin Hasan bin Ali al-Halabi & Syaikh Salim bin Ied al-Hilali (Pustaka Imam Asy-Syafi’i : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *