Pakaian Mewah Sebagai Tanda Nikmat Dari Allah Swt

pakaian mewah

Pakaian Mewah Sebagai Tanda Nikmat Dari Allah Swt – Syariat islam bukanlah terdiri dari hukum-hukum yang memberatkan umatnya, karena islam senantiasa memberikan keringanan ketika ada yang memberatkan umatnya dalam menjalani syariat. Demikian halnya dalam berpakaian.

Islam memang mengajarkan kesederhanaan dalam berpakaian kepada umatnya, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ dalam hadits yang diriwayatkan dari Mua’adz bin Anas radhiallahu anhu, :

[su_quote]“Barangsiapa meninggalkan pakaian (mewah) karena tawadhu kepada Allah, padahal dia mampu melakukannya, maka Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan para makhluk hingga Dia memberikan hak memilih dari baju iman mana yang ingin dia pakai.” (HR. At-Tirmidzi)[/su_quote]

Baca Juga : Sunnah-sunnah Dalam Berpakaian

Syariat islam tidak hendak melarang seorang muslim untuk memakai pakaian mewah, selama bukan untuk berbangga-banggaan ataupun dengan kesombongan. Umat muslim janganlah sampai keliru dalam menafsirkan keterangan hadits tersebut, hingga terjebak pada pemahaman seolah-olah syariat islam melarang umatnya untuk berpakaian mewah.

Sehingga memberikan kesan, bahwa umat islam harus mengenakan pakaian seadanya, yang terkadang memberikan kesan lusuh serta dipandang remeh orang lain. Tentu tidaklah demikian maksud dari hadits tersebut.

Hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim yaitu banyak berpikir tentang nikmat-nikmat yang diberikan Allah ﷻ, dengan mensyukuri rezeki yang dimiliki dan tidak berlebihan dengannya. Rasulullah ﷺ memerintahkan hal tersebut kepada umatnya, sebagaimana sabda beliau :

[su_quote]“Berpikirlah tentang nikmat-nikmat Allah dan jangan berpikir tentang Dzat Allah.” (HR. Ath-Thabrani No. 6456, Al-Laalika’i l/119/1, Al-Baihaqi l/75)[/su_quote]

Pakaian mewah yang kita miliki merupakan sebuah nikmat yang telah Allah berikan, maka janganlah mengenakannya dengan kebanggaan dan kesombongan. Sebagai seorang muslim sudah sepantasnya untuk mengakui dan merenungi secara berulang-ulang dan terus menerus berbagai nikmat Allah ﷻ tersebut. Bahkan Allah sangat menyenangi orang-orang yang menampakan nikmat-Nya, seperti yang dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ, :

[su_quote]“Sesungguhnya Allah senang melihat bekas nikmat-Nya pada hamba-Nya.” (HR. At-Tirmidzi)[/su_quote]

Maka sebagai seorang muslim, sudah selayaknya kita dalam setiap kali mengenakan pakaian sambil merenungi nikmat Allah ﷻ atas diri kita, sehingga bisa dijauhkan dari sifat sombong dalam mengenakannya, serta terhindar dari ancaman karenanya. Semoga Allah menjadikan kita sebagai seseorang yang padai bersyukur dan dijauhi dari kesombongan. Allahumma aamiin.

Referensi :

  • Riyadhus Shalihin, Imam An-Nawawi (Darul Haq : 2016)
  • 1000 Amalan Sunnah Sehari-hari, Khalid Al-Husainan (Media Tarbiyah : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *