pakaian terbaik ketika hari raya
DASAR ISLAM, PAKAIAN

Apakah Harus Memakai Pakaian Terbaik Ketika Hari Raya Ied ?

Alomuslim.com – Ied bermakna hari yang di dalamnya masyarakat berkumpul. Kata Ied juga bisa bermakna “Kembali, atau bisa juga diartikan dengan “Suatu Kebiasaan”. Ibnul A’rabi rahimahullahu berkata, ‘Hari raya disebut Ied karena hari itu datang kembali setiap tahun dengan membawa kegembiraan baru.’

Ied termasuk hari raya umat muslim, yang Allah karuniakan sebagai pengganti dari hari raya atau perayaan-perayaan jahiliyah. Hal ini seperti perkataan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika hijrah dan pertama kali tiba di Madinah. Beliau bersabda :

“Aku telah datang kepada kalian sementara kalian telah memiliki dua hari raya yang menjadi ajang permainan kalian pada masa jahiliyah. Sesungguhnya Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik, yaitu hari raya Iedul Adha dan Iedul Fithri.” (shahih. HR. Ahmad III/103, 178, 235, Abu Dawud no. 1134 dan An-Nasa’I III/179)

[irp posts=”2491″ name=”Apabila Hari Raya Ied Bertepatan Dengan Hari Jum’at”]

Hari raya Ied merupakan sebuah perayaan besar bagi umat muslim. Oleh karenanya kebiasaan yang terjadi turun-temurun di masyarakat Arab pada zaman Rasulullah, mereka biasa berhias diri dan memakai pakaian yang terbaik setiap kali hari raya. Hal ini dilakukan juga oleh para sahabat dan Rasulullah tidak menentang kebiasaan tersebut.

Banyak ulama-ulama besar, dalam kitab mereka menuliskan tentang kebiasaan berhias diri dan memakai pakaian terbaik ketika hari raya Ied. Diantaranya, Imam Malik rahimahullahu, dia menyebutkan bahwa dirinya pernah mendengar para ulama menyukai wewangian dan berhias setiap hari raya.

Sementara Ibnu Qayyim menuliskan dalam kitabnya Zaadul Ma’ad (1/441), “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasa berangkat ke tanah lapang pada hari raya Iedul Fithri dan Iedul Adha dengan mengenakan pakaian yang paling bagus.”

Sehingga, hal ini menegaskan bahwa memakai pakaian terbaik atau yang paling bagus ketika hari raya Ied merupakan sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam.

Referensi : Meneladani Rasulullah Dalam Berpuasa & Berhari Raya, Syaikh Ali bin Hasan bin Ali al-Halabi (Pustaka Imam Asy Syafi’i : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *