pakaian terbaik untuk shalat
DASAR ISLAM, PAKAIAN

Pakaian Terbaik Untuk Shalat Bagi Laki-laki

Alomuslim.com – Pakaian Terbaik Untuk Shalat Bagi Laki-laki Seluruh umat muslim diperintahkan untuk menutup aurat hampir dalam setiap keadaan. Demikian halnya ketika menunaikan shalat, bahkan menutup aurat dalam shalat hukumnya adalah wajib. Maka ketika ada diantara salah seorang yang mengerjakan shalat tetapi bagian auratnya terbuka, para ulama berpendapat, tidak sah shalat yang dikerjakannya.

Memakai pakaian untuk penutup aurat ketika shalat sebaiknya tidak dilakukan secara asal-asalan. Artinya, asalkan sudah menutup bagian aurat, meskipun pakaian itu kotor, bau atau terdapat najis maka dianggap tidak mengapa. Sungguh sangat buruk hal yang demikian. Seperti halnya seseorang yang ingin selalu berpenampilan rapih dan bagus di hadapan manusia, maka yang demikian lebih layak dilakukan ketika shalat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, yang artinya :

“Pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid.” (QS. Al A’raf : 31)

Hakikat shalat merupakan saat dimana seorang hamba ‘menghadap’ kepada Sang Pencipta, Allah azza wa jalla. Ketika seseorang ingin menghadap pemilik perusahaan atau pemimpin negara saja, ada ketentuan berpakaian yang harus dikenakan. Bagaimana ketika ingin mengahadap Sang Pemilik segala yang ada di langit dan di bumi? Lebih pantas bagi Allah untuk mendapatkan penghormatan manusia. Maka pakailah pakaianmu yang indah setiap kali mengerjakan shalat sesuai dengan perintah-Nya.

Karena pada hari ini kita mendapati sebagian umat muslim mengerjakan shalat tetapi dengan mengenakan pakaian-pakaian yang kurang pantas untuk digunakan. Ada sebagian orang-orang yang mengerjakan shalat dengan mengenakan baju seragam klub sepakbola. Setiap orang sudah mengetahui, bahwa seragam sepakbola harusnya dikenakan ketika berolahraga ataupun sedang menyaksikan pertandingan sepakbola. Apakah mereka menyamakan antara menonton pertandingan sepakbola dengan shalat?

Terkadang ada juga sebagian orang yang shalat dengan mengenakan kaos penuh dengan gambar dan tulisan. Bahkan dengan warna-warni yang mencolok. Rasulullah  melarang untuk mengenakan pakaian seperti itu karena dapat mengganggu kekhusu’an shalat, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Sekali waktu beliau  mengerjakan shalat dengan mengenakan khamis (pakaian tenunan atau bulu) yang bergambar. Lalu beliau sepintas melihat gambar-gambarnya. Seusai shalat, beliau bersabda :

“Kembalikanlah khamis itu kepada Abu Jahm dan tukarkan dengan pakaian anbijaniyah (pakaian kasar dan polos yang tidak bergambar) milik Abu Jahm. Karena khamis ini baru saja mengganggu shalatku.” (dalam satu riwayat lain, ‘Aku melihat sepintas gambar yang ada pada baju khamis itu ketika shalat, dan hampir saja dia merusak kekhusu’anku.’). (HR. Bukhari, Muslim dan Malik)

Rasulullah saja yang memiliki tingkat kekhusu’an ibadah jauh leibih tinggi dari kita, menyatakan terganggu dengan pakaian bergambar, bagaimana mungkin kita mengatakan tidak terganggu?

Pakaian seperti apa yang sebaiknya dipakai ketika shalat?

Memang tidak ada ketentuan dalam syariat yang mengharuskan seseorang mengenakan jenis atau warna pakaian tertentu ketika shalat. Rasulullah tidak mengkhususkan sama sekali pakaian untuk dikenakan dalam shalat. Hanya saja Allah dan Rasul-Nya telah menyampaikan kepada umat muslim untuk memakai pakaian yang bagus dan indah. Hendaknya ia juga berhias saat akan melaksanakan shalat. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi bersabda :

“Jika salah seorang dari kalian melaksanakan shalat, maka hendaknya mengenakan dua kainnya, sesungguhnya Allah adalah Dzat yang paling berhak ditemui dengan berhias diri.” (HR. Al Baihaqi 2/236)

Pernah suatu kali Rasulullah  shalat dengan mengenakan pakaian berwarna merah dengan jenis tertentu. Dan hal tersebut menunjukkan dibolehkan bagi seseorang mengenakan pakaian berwarna merah untuk shalat. Seperti yang disebutkan oleh Abu Juhaifah radhiallahu ‘anhu :

“Rasulullah keluar sambil bergegas untuk mengerjakan shalat dengan mengenakan pakaian yang berwarna merah..” (HR. Bukhari 1/387, 10/210, Muslim 2/56, Abu Dawud 1/86, An Nasa’i 1/125)

Namun Rasulullah sangat menyenangi menggunakan pakaian berwarna putih, karena pakaian dengan warna putih lebih baik dan lebih suci dari warna lainnya. Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Samurah bin Jundab, Rasulullah  bersabda :

“Pakailah pakaian yang berwarna putih, karena ia lebih suci dan lebih baik…” (HR. At Tirmidzi no. 2810, Ibnu Majah no. 3567 dan yang lainnya)

Pakaian yang paling baik dikenakan ketika shalat, hendaknya pakaian yang berbahan sedikit tebal dan longgar agar dapat menutupi bagian aurat serta tidak menampakkan (transparan) kulit tubuh si pemakainya. Yang bersih dan wangi serta terbebas dari kotoran serta najis. Dan hendaknya tidak mengenakan pakaian yang haram seperti sutra, karena sutra diharamkan bagi laki-laki.

Wallahu Ta’ala ‘Alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *