Pakaian Wanita Di Hadapan Suaminya

Alomuslim.com – Dalam syariat Islam, pakaian wanita ketika hendak keluar rumah diatur dengan sangat ketat. Hal ini agar tidak menyebabkan terjadinya fitnah bagi pemakainya dan juga tidak mengundang syahwat laki-laki yang melihatnya. Pada dasarnya hal ini bertujuan untuk menjaga kebaikan bagi para wanita dan juga laki-laki serta mencegah dari hal yang tidak diinginkan karenanya.

Tetapi ketika berada di dalam rumah, para wanita diberikan kebebasan untuk mengenakan pakaian yang mereka senangi, selama di dalam rumah tersebut tidak ada laki-laki yang bukan mahramnya. Terlebih lagi bagi suaminya, maka para wanita sangat dianjurkan untuk mengenakan pakaian terbaiknya, semata-mata untuk menyenangi suaminya. Dan hal tersebut sungguh mulia bagi seorang wanita.

Karena fenomena yang terjadi pada hari ini, kebanyakan wanita ketika keluar rumah, mereka berhias dengan pakaian terbaiknya untuk diperlihatkan kepada orang-orang. Tetapi ketika didalam rumah, mereka mengenakan pakaian seadanya, dan enggan untuk berhias. Padahal mereka lebih layak untuk memakai pakaian terbaik dan juga berhias dihadapan suaminya.

Syaikh Shalih Al Munajjid, seorang ulama dari Saudi Arabia, menyebutkan bahwa seorang wanita boleh mengenakan pakaian ketat dihadapan suaminya. Dan ini termasuk dalam bentuk berhias di hadapan suaminya. Yang seperti itu tidak dianggap sebagai sesuatu yang tercela. Namun, berhias dengan pakaian seperti itu ketika keluar rumah, jelas merupakan sesuatu yang dilarang.

Bahkan, seorang wanita ketika di dihadapan suaminya diperbolehkan menggunakan pakaian yang sangat minim, tipis hingga memperlihatkan dengan jelas bentuk lekuk tubuhnya. Seorang wanita juga diperbolehkan menanggalkan pakaian sesuka hatinya di hadapan suaminya. Karena tidak ada batasan aurat bagi pasangan suami istri sehingga seorang suami boleh melihat aurat atau seluruh bagian tubuh istrinya, yang tidak tertutupi sehelai pakaianpun.

Tetapi yang perlu diperhatikan, meskipun wanita diberikan kebebasan dalam berhias di hadapan suaminya, namun tetap ada batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar. Seperti, tidak boleh menggunakan perhiasan yang haram, tidak boleh berhias menyerupai lak-laki serta tidak boleh berhias dengan merubah ciptaan Allah, misalnya mencukur alis dan menggantinya dengan alis buatan, dan yang semisalnya.

Wallahu a’lam.

Referensi :

  • Shahih Fikih Sunnah Jilid 3, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustakan Azzam : 2015)
  • Memakai Pakaian Ketat Dihadapan Suami, Muhamad Abduh Tuasikal (Rumaysho)

Leave a Comment